Setelah melewati tanggal 8-10 Januari 2012 di Batam, rombongan Teknik Lingkungan ITB berangkat menuju Singapura pada tanggal 11 Januari 2012. Ya, Singapura! Ya, ke luar Indonesia. Ya, ke luar negeri!!
Bisa dibilang ini bukanlah hal yang umum di kalangan ITB, ataupun mahasiswa. Kebanyakan kuliah lapangan ke Kalimantan, Jawa-Bali, atau Jakarta. Banyak yang bilang “ah, ke singapura mah namanya jalan jalan” Eitss siapa bilang? Muncul lokasi Singapura adalah berdasarkan usulan salah satu dosen kami. Kami disarankan untuk melihat sanitasi perkotaan terutama air dan sampah di Singapura. Dari situ, muncul deh nama nama tempat yang kemungkinan bisa untuk kami kunjungi dalam waktu 2 hari.
Ayok ah masuk ke cerita di Singapura-nya!
11 Januari 2012: Pengalaman Baru
Saya di panitia kulap menjadi divisi transportasi, salah satu tugasnya adalah mengurus perjalanan ferry batam – singapura- batam. Kami menggunakan Sindo Ferry (d/h Penguin Ferry) pukul 06.00 WIB. Pagi sekali ya? Hehehe. Sebenarnya mengurusnya tidak terlalu sulit, hingga saya sadar 1 hal. Imigrasi! Ya, imigrasi tidak akan merepotkan. Tapi melewatkan 94 orang di imigrasi? Deg degan juga ya.
Untungnya, semua masalah imigrasi lancar. Semua anggota rombongan lolos, perjalanan pake ferry juga aman karena ferrynya juga bagus dan cepat. Saat akhirnya kami semua sudah berkumpul di Harbour Front, saya lega sekaliii

Pelabuhan Batam Center

Ferry

Tempat kunjungan kami di Singapura yang pertama adalah Bedok NEWater. Sejak sebelum berangkat, saya sudah lumayan banyak googling tempat tujuan yang pertama ini. Jadi udah agak kebayang bentuk gedungnya. Dan memang dasarnya orang Singapura sangat tepat waktu ya, ketika dijanjikan kunjungan 1 jam, 1 jam itulah yang harus kami manfaatkan sebaik baiknya.
Jadi sumber air bersih di Singapura ada 4: catchment area di wilayah Singapura sendiri (40%); membeli air dari Johor, Malaysia (40%); desalinasi air laut (10%); dan NEWater (10%). Nah, NEWater ini sendiri salah satu lokasinya adalah di Bedok, deket Changi Airport. Jadi, karena Singapura kan gak segitu luasnya padahal penduduknya banyak, mereka mempraktekkan teknologi untuk mengolah hasil buangan sekunder menjadi air bersih kembali. Istilah kerennya: water re-use.
Mereka memakai teknologi ultrafiltration, reverse osmosis, dan sinar ultraviolet untuk memproses air buangan tersebut. Hasilnya dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan industri, karena biasanya ada industri yang butuh air dengan kualifikasi tertentu. Betul, di Indonesia teknologi ini belum bisa begitu diterapkan. Bukan masalah kecanggihan alatnya atau gimana tapi orang Indonesia mana yang setega itu minum air sisa buangan yang biasanya dipakai buat flushing toilet? Hahaha. Di mata pelajaran PBPAL pun, kami hanya belajar teorinya saja tanpa melihat teknologinya.
Edu Tour di Bedok NEWater sangat menarik. Kami menonton film, masuk ke gallery interaktif, melihat isi pabrik lewat ruangan yang dibatasi kaca, wah pokoknya saya kagum karena ilmu yang menarik ini jadi makin menarik karena kemasannya. Kami juga mendapat masing masing 1 botol NEWater yang ternyata lebih enak water tap deh daripada itu. Hahahaha.

bentuk gedungnya bagus

galeri interaktif

isi pabriknya

Setelah dari Bedok, rombongan kami akan berpisah menjadi 2 kelompok. 40 orang berangkat ke Tuas untuk melihat Incineration Plant sedangkan 60 sisanya mendapat waktu jalan jalan karena baru keesokan harinya mendapat jatah kunjungan ke Semakau. Jalan jalan pertama adalah ke Fountain of Wealth di Suntec City. Tujuannya hanya untuk foto foto hahaha. Yang penting senang!


Selanjutnya kami menuju Jurong untuk ke Science Centre-nya. Mentang mentang mahasiswa teknik yaa mainnya ke Science Centre. Haha gak juga sih, cuma mencari obyek wisata yang gak cuma foto foto atau belanja doang, tapi juga ada isinya dan murah. Masuklah kami kesini dengan harga rombongan $6.75 saja. Waktu yang tidak banyak saya manfaatkan untuk eksplor instalasi yang ada di sana. Yang paling menarik adalah di section Sound karena inovatif banget semuanya!

yeay!

bisa liat berapa banyak CO2 yg dikeluarkan

Masih diiringi hujan yang rintik rintik di Singapura, kami menuju Bugis! Ya, tim acara sudah memilihkan tempat belanja yang terjangkau dengan kantong para mahasiswa ini. Di sini kami jalan jalan sambil belanja antara Bugis Street & Bugis Junction. Di Bugis Street, kami bisa menemukan pakaian sepatu tas, cinderamata, sampai sex shop! Hahaha. Tapi yang paling menarik perhatian saya, Sori, & Christine adalah makanan tidak halal yang tersebar dimana mana hahaha.
Saya mencoba chinese burger yang ternyata isinya babi dan enak sekali. Sambil minum Pearl Milk Tea saya keliling membeli souvenir untuk teman teman TL yang sidang sarjana-nya tidak bisa saya hadiri. Lalu kami menyebrang ke Bugis Junction untuk beli cokelat impor yang gak ada di Indonesia. Dan disni Sori & Christine lagi lagi malah beli mi & laksa babi yang ternyata enak sekali!!
Saat rombongan yang lain berangkat menuju hotel, saya dan Soritua harus menunggu buddy kami, Faris, yang menyusul dari Batam karena masalah paspornya. Sisa waktu luang itu tidak kami sia siakan yaitu untuk….beli jajanan lagi! Saya senang sekali karena bisa menemukan jajanan enak disini. Setelah akhirnya bertemu Faris, kami lalu jalan kaki dari Bugis Street ke Perak Road dengan modal peta dan tanpa tanya tanya orang. Akhirnya berhasil juga dengan telapak kaki saya rasanya udah tipis banget saking capeknya. Tapi lumayan lah dapet pengalaman jalan kaki muter muter padahal deket.

jajan!

Setelah jalan jalan, kami juga berkunjung ke KBRI, bertemu dengan alumni alumni ITB di Singapura (yang banyak dari mereka adalah teman teman kakak saya), mendapatkan presentasi dari Contact Singapore (tapi anak anak banyak yang udah keburu capek), dapet pengumuman Best Student (bukan, bukan saya yang dapet haha), dan terakhirnya ngasih surprise untuk sahabat saya yang ulang tahun, Richita!
Well, cerita hari selanjutnya akan ditulis di post ketiga ya biar gak kepanjangan ya!
<bersambung>