kisah praba amerta

null

menjadi seorang praba amerta itu tidak mudah. kami bukan pelawak, bukan juga sekedar peramai suasana. kami harus bisa menghadapi berbagai tipe orang, harus menguasai materi, sigap dalam mobilisasi, olah rasa agar selalu ceria, bisa mengisi momen ‘zonk’ dan lain lain.

saya bangga bisa menjadi seorang praba amerta. memakai kaos kuning bergambar beruang itu setiap hari, membawa panji dalam formasi kencana, berjalan cepat dengan langkah besar besar, memberikan tebak tebakan garing buat anak anak, menjawab pertanyaan mereka tentang materi diklat, mengirim sms jarkom dan mendapat balasan berupa suntikan semangat, dan lain lain

mengikuti diklat bukan jadi hal yang sia sia. memang kadang materi materi yang berguna itu terasa membosankan luar biasa. tapi orang orang yang saya temui memiliki kesan masing masing. dari kelompok terpusat sampai kelompok taplok. dari si ketua kelompok taplok yang idealis dan membuat saya kagum akan pola pikirnya sampai teman tubagus-ciheulang yang bisa diajak gosip bareng. mementaskan drama bersama, membuat peta bersama, pengabdian masyarakat bersama, membuat cerita si RAMBO, sambil diselingi diskusi diskusi berat yang dibawa ringan.

betapa beruntungnya saya. mendapatkan 2 orang tersebut sebagai pasangan saya. yang satu sekilas terlihat memang pendiam. tapi begitu buka suara jadi lawakan garing yang ada. hahaha. tapi entah kenapa kehadirannya bisa membuat saya tenang kalau lagi panik. mungkin pembawaannya yang nyantai itu mengimbangi saya yang ribet sana sini. yang satu lagi lebih dewasa daripada saya. walaupun kadang suka mau ngatur barengan, tapi dia juga yang saya tanya pendapatnya kalau bingung. kami bertiga selalu siap membantu satu sama lain, berusaha melengkapi, dan lain lain

null

saya senang ada di batalyon ini. dengan komandan yang tegas tapi tetap bersahabat dan wakil komandan yang selalu bisa saling mengisi. teman teman yang menceriakan hari hari diklat dan hari H. yel yel yang sederhana namun mengena, permainan aneh yang sudah saya kuasai semua (HAHA), video marshanda, mempermalukan si komandan, dan lain lain.

saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan anak anak seperti kelompok 43. hari selasa itu saya tidak tenang menanti mereka. akan seperti apakah mereka nanti? bisakah saya menghapal nama mereka? apakah mereka sulit diatur? apakah mereka nanti sebel sama saya dan tidak mau datang prokm lagi? namun kekhawatiran itu sirna. mereka enak diajak kerja sama, ketua kelompoknya bisa memimpin teman temannya, mereka tak henti hentinya menyemangati saya (jadi kebalik??), mereka antusias menerima materi yang saya berikan, mereka tidak ada yang sakit selama prokm, dan tidak ada yang hilang.

null

jika saya tulis semua kisah tentang seorang praba amerta bernama indah mutiara kami, mungkin kalian akan bosan juga membacanya. pada intinya, saya bersyukur sudah mendaftar ke divisi lapangan PROKM ITB 2009, mengikuti diklat dengan rajin, masuk ke subdivisi taplok, ikut simulasi (walau bolong bolong), dipasangkan dengan orang orang yang tepat, berada pada batalyon yang menyenangkan, dan mendapatkan anak anak yang luar biasa.

semua terasa seperti deja vu. bagaikan kejadian setahun yang lalu terulang lagi. hanya saja, dulu saya yang berjalan di belakang taplok saya yang memegang panji. saat ini, saya yang membawa panji itu.

terima kasih prokm itb 2009. terima kasih batalyon 2-karimata, terima kasih idham dan umar, terima kasih kelompok 43.

atas pengalaman berharga di waktu singkat ini.

Advertisements

9 thoughts on “kisah praba amerta

  1. yang satu lagi lebih dewasa daripada saya. walaupun kadang suka mau ngatur barengan, tapi dia juga yang saya tanya pendapatnya kalau bingung

    makasih tiara…

  2. Ti, gawat. Kertas brigade 09ny ko ilang? D elu kaga?

    Sungguh gw sangat trsanjung.. Dari taun lalu, jdi taplok emg terlihat asik. Meskipun gejeny juga banyak. Tapi hari hari ketemu langsung keluarga 43 emang asik banget. Merasa semakin positif aja.. PROKM menyisakan gw yg makin positif. Terima kasih semua.. Maru, Ratia..

  3. wow… congratz ti! Haha… Gw bangga juga pny anak taplok yg bs jadi taplok yg berdedikasi (ciah…).

    Good job2 memperbaiki kesalahan yg gw lakukan dulu :P…

    kata orang bijak “Pemimpin yg baik adalah pemimpin yg bisa menghasilkan pemimpin yg lebih baik”. Berarti gw pemimpin yg baik dong hohohoh… (tetep narsis!)

  4. @mac : iyaa asik!!

    @gandrie : jadi taplok itu gak gampang!

    @monica : makasih juga sayang

    @umar : itu tulus dari hati gw lho mar. haha

    @idham : gw terharu baca komen lo. makasih juga DAMI

    @kak david : iya deh gw kasih. lo pemimpin yang baik. kalo bukan gara2 lo belum tentu juga gw jadi taplok sebaik ini. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s