I don’t need a prince. I need my ‘Satrio’

dari dulusaya selalu terobsesi dengan soundtracknya Snow White

someday my prince will come

dan saya selalu percaya akan itu. saya bisa dibilang memang tipe perempuan yang menye menye. suka cerita cerita indah, fairytale, dongeng, fantasi. saya suka berangan angan. dan saya sudah sering sekali berangan angan tentang si pangeran yang suatu hari akan datang tersebut.

singkat cerita, sang pangeran tak kunjung datang. namun Tuhan yang sangatlah baik menghadiahi saya seorang ksatria.

ia bukan sekedar pangeran yang hanya bermodal tampan dan kata kata manis lalu saya terpikat jatuh cinta. ia tidak sesimpel itu. butuh waktu untuk memahami dia yang rumit. dan saya menikmati tiap detik dari proses itu.

saya selalu mengingat momen penting dalam hidup saya. termasuk di dalamnya adalah saat pertama kali saya berkenalan dengannya. tak tahu apa namun ada yang berbeda dari dia. saya ingin tahu tentang dia. mungkin dia sudah di-tag di otak saya jadi saya selalu dapet notification dari dia.

menjalani hari hari dengannya bagaikan roller coaster. naik turun dan berputar putar. dan itulah asiknya. kadang saya tidak paham dengan pola pikirnya. kadang saya dibuat terkagum kagum dengan pendiriannya. secara tidak langsung, ia yang membimbing saya untuk lebih berani. berani untuk mengkritik, mempertahankan pendapat saya, mengatakan tidak, dan pada intinya ia mengajarkan saya untuk tidak seperti kerbau yang dicucuk hidungnya saja.

ia bukan orang yang super romantis dan bisa merencanakan sesuatu. pribadinya yang spontan, tak bisa ditebak, dan jujur, membuat saya makin penasaran. tiap hari rasanya tak sabar untuk mengetahui apa yang akan ia lakukan lagi esok hari. saya tak perlu terlalu banyak berharap. ia selalu memberikan lebih dari harapan saya.

sulit menemukan orang yang benar benar mengerti saya. tahan menghadapi saya yang suka emosian sendiri. kadang tak bisa diminta berhenti bicara, kadang kehabisan kata kata. peragu yang sok ngerti. sering egois. tidak bisa menentukan prioritas. sibuk ngurus ini itu yang harusnya gak perlu diurus.

singkat kata,

ini pertama kalinya saya jatuh cinta.

The first time you fall in love, it changes your life forever, and no matter how hard you try, the feeling never goes away.

dan saya harus mengambil konsekuensinya. ketika saya jatuh, saya harus siap menanggung sakitnya. sakitnya bukan salah orang lain. bukan salah lingkungan. bukan salah keadaan.

sulit menyalahkan bila permasalahannya ada pada pendirian paling fundamental dari setiap orang. mencari solusi pun hanya berujung pada air mata. saling menyalahkan apalagi. hanya memperkeruh air yang sudah keruh.

yang saya sadari adalah, saat ini saya bahagia. pada suatu titik saya akan jatuh dan pasti sangatlah sakit. namun tidak ada sakit yang tidak ada obatnya. pasti akan sembuh.

saat ini, saya akan berhati hati agar tidak jatuh. sambil menikmati setiap detik bersama sang ksatria. yang selalu ada di setiap keadaan. yang selalu saya cari di saat sedih maupun bahagia. yang saya butuhkan. karena keberadaannya menenangkan saya. karena saya butuh keberadaannya.

entah apa yang sudah saya berikan untukknya.tetapi dia sudah memberikan amat banyak untuk saya. yang membuat saya bisa tersenyum di setiap saatnya.

Untuk Nicky Satrio Sugiharto, yang mengisi hati saya, senyum saya, dan hari hari saya.

Advertisements

5 thoughts on “I don’t need a prince. I need my ‘Satrio’

    • “(ntah kenapa setiap gw putus, yang lain selalu mengalami peningkatan kualitas hubungan… T_T)”

      wah2..lo mang ga meningkat-ningkat sam???
      hahaha..peace.

  1. haduh… lama aku nggak maen kesini disuguhi postingan yang sangat manis ini…
    I’m happy for you, Ti…
    That’s all I want to say to you two love birds… Hehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s