1 liburan, 2 acara, segudang cerita

Waktu liburan natal bulan desember kemarin, saya bilang begini ke ibu saya.

aku liburan semester mau di bandung aja ah.

Padahal belum tahu juga di Bandung mau ngapain. Saya hanya merasa kalau di rumah saja maka saya akan menjadi tidak produktif. Rumah saya ada di Cinere, Depok yang letaknya jauh dari mana mana. Kalau saya mau ikut aktivitas apa gitu, susah transportnya, mau jalan ama teman teman ngabisin uang melulu, di rumah doang lumutan. Akhirnya di saat teman teman saya dan juga adik saya kembali ke Jakarta setelah UAS, saya masih setia di Bandung.

Banyak terima kasih saya ucapkan kepada sahabat saya, Pusparani Krisnamurthi, yang telah memberikan informasi tentang sebuah acara yang bernama Diklat Aktivis Terpusat (DAT).  Saya akhirnya mengikuti acara tersebut sebagai wakil dari HMTL dan bergabung bersama wakil wakil lembaga lainnya di wisma Ciburial pada tanggal 11-14 Januari 2010.

DAT adalah acara yang diadakan oleh KM-ITB, mengundang 150 mahasiswa ITB (yang katanya sih wakil terbaik lembaga -padahal saya sih merasa biasa biasa saja-). Disana kami diberi materi tentang gerakan mahasiswa baru yaitu mengenai communitiy development. Materi-diskusi-materi ya kira kira seperti itulah.

Berkesan? Bisa jadi. Pembicaranya menarik dan entah kenapa saya bisa mengambil beberapa pelajaran yang malah mungkin tidak dijabarkan secara jelas di materi tersebut. Pada intinya adalah mimpi, networking, dan ulet. Wah kalo bisa 3 itu sih langsung bisa dapet semuanya! Hahahaha.

Selain itu saya jadi lebih sadar. Saya belum punya apa apa untuk dibanggakan. Cuma sekedar aktif tanpa wawasan dan ilmu? Saya tidak ada bedanya dengan party organizer dong. Makanya itu saya mau memperbanyak ilmu dan wawasan dulu, terutama di bidang teknik lingkungan. Saya gak mau jadi aktivis, tapi kelamaan lulusnya gara gara lupa kalo tugas utama mahasiswa adalah kuliah.

Well, tadi itu tentang DAT. Selain dapet materi dan pelajaran hidup, saya jadi punya teman teman baru yang unik unik. Semua punya karakter dan idealisme masing masing sampe kadang kadang saya jadi bingung. Hahahaha.

null

Sekarang beralih ke IVED.

Untuk yang ini saya berterima kasih kepada Aliendheasja Fawilia yang telah mengajak saya untuk menjadi Liaison Officer di Indonesian Varsities English Debate (IVED). Ini adalah lomba debat tahunan antara universitas se-Indonesia dan tahun ini ITB menjadi tuan rumahnya.

Awalnya saya berpikir, hmm lumayan juga nih. Saya bisa dapet sertifikat, makan gratis, dan ngomong bahasa inggris dikit dikit. Dan acara ini berlangsung pada tanggal 15-19 Januari 2010. Tidak bentrok dengan DAT tapi mepet. Hehehe.

Sebenarnya ada beberapa meeting buat LO IVED. Namun karena terbentur kesibukan (halah!), maka saya baru bisa ikut simulasinya saja. Kebanyakan LO IVED adalah anak 2009. Yak tidak ada yang saya kenal. Awalnya saya hanya kenalan kanan kiri dan tiap kali pasti ditanya ‘fakultas apa?’ eergh so last year. hahaha.

Hingga akhirnya saya kenalan sama cwo cerewet bernama Daniel. Dan saya akui karena bisa ngobrol enak ama Daniel, akhirnya saya bisa ngeblur ama anak anak 2009 yang lain juga. Saya yang awalnya malu malu (haha boong deng), akhirnya bisa sok sok akrab ama anak anak yang masih ngobrolin SAS ama Kalkulus ini.

Ketika IVED dimulai, saya juga bersyukur karena mendapat tim yang anteng dan tidak aneh aneh yaitu tim IPB. Sayang sekali saya tidak sempat melihat mereka berdebat karena harus bertugas di chamber lain. Oh iya, saya bukan hanya bekerja sebagai LO tim namun juga sebagai LO ruangan yaitu sebagai chairperson dan timekeeper.

Pekerjaan saya tidak terlalu berat, tapi menarik. Dapet makanan gratis 3 kali sehari. Dan saya bersenang senang bersama gerombolan TPB itu. Setelah beberapa hari sebelumnya saya bertemu orang orang pemikir yang idealis, di IVED saya bergabung bersama tim LO yang tahu bagaimana caranya bersenang senang.

Mulai dari ngeledekin chief LO kita, Alien dan Tomo, sampe berbagi 7 level kegaulan yang dikasih sama Elmo. Saya akhirnya mengusulkan ‘LO Day Out’ di saat tim kami sedang City Tour. Senang rasanya bisa akrab sama mereka yang awalnya terasa sebagai strangers itu.

Di IVED saya juga menambah beberapa wawasan dari debat debat yang berlangsung. Banyak isu isu dunia yang baru saya ketahui dari IVED. Sepulang dari IVED, saya pun browsing tentang materi materi itu. Nambah pengetahuan juga kan?

null

***

Ya begitulah isi liburan saya selama kurang lebih 2 minggu. Teman teman saya banyak yang bertanya : “Lo udah balik dari Jakarta,ti?” dan saya dengan asiknya menjawab : “Gw gak balik ke Jakarta.”

Lo gak liburan,ti? Buat saya ini baru namanya liburan. Menambah pengalaman dan teman. Senang juga rasanya melihat friends FB yang jadi semakin banyak di liburan ini.

Hmm… liburan selanjutnya ngapain ya? Males ah kalo kegiatan kampus lagi. Ada yang punya ide lain mungkin?

Advertisements

7 thoughts on “1 liburan, 2 acara, segudang cerita

  1. Pingback: Tweets that mention 1 liburan, 2 acara, segudang cerita « the fairytale of tiarakami -- Topsy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s