pangeran

null

Dari semua topik yang ada di kepala saya, akhirnya topik inilah yang dipilih oleh jemari saya. Cinta.

Saya terdoktrin oleh cerita putri-putrian. Tidak ada yang mendongengkan saya, tidak ada yang melarang saya juga untuk percaya. Namun hati saya selalu berpihak kepada para putri itu. Saya menyesuaikan irama hidup saya dengan mereka. Mencari pangerannya

Ada saatnya para putri menunggu pangerannya yang tak kunjung datang, karena sang pangeran memang sedang berusaha sekuat tenaga untuk meraihnya. Namun ada juga gilirannya sang putri yang berusaha menaklukkan hati pangeran. Ada yang beranggapan bahwa putri putri itu bodoh. Begitu saja jatuh cinta dengan mudahnya bertemu.

Saya memiliki memori yang cukup kuat. Dan saya memiliki rekaman momen pertemuan pertama saya dengan pangeran yang pernah menyinggahi hati saya. Momen pertemuan itu selalu memberi kesan. Berkali kali rekaman ingatan itu diputar, saya masih ingat dengan detail momen itu dan dilengkapi dengan perasaan saya saat itu. Hebat bukan?

Saya ingin menjadi seperti para putri itu. Ada saatnya menunggu, namun ada pula saatnya berjuang demi cinta yang kita inginkan.

Saya sempat berjuang cukup lama demi pangeran yang satu ini. Bahagia, tertawa, melewati banyak rintangan, menangis, belajar, mengajari. Hingga akhirnya kami menyerah kepada keadaan.

Buku dongeng saya belum mencapai “happily ever after”

Masih ada chapter chapter yang belum saya jalani.

Belum waktunya saya menulis “the end”

Saat ini saya ingin berjuang lagi. Kembali bernyanyi bersama burung burung seperti para putri itu. Kembali membuka jendela sambil bernyanyi “someday my prince will come” lagi. Kembali memberanikan diri.

Kunci para putri itu adalah ketulusan. Ketika kita mencintai dengan tulus, maka tidak ada lagi bodoh. Semuanya akan masuk akal. Semuanya tidak akan dianggap sebagai angan angan.

The fairytale of tiarakami membuka chapter barunya. Tentang kisah berani dari seorang putri yang bangkit dari patah hati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s