tentang kata kata yang tidak ingin saya ucapkan

Pasti teman teman pernah menemukan aturan “Dilarang berkata kata kasar”

Lalu orang orang akan mempermasalahkan kata kata kasar semacam apakah yang dilarang? Apakah kata kata umpatan/makian seperti: ‘sialan’ ‘bangsat’ ‘bajingan’ ‘brengsek’ dll? Apakah kata kata “kebon binatang” seperti: ‘anjing’ ‘babi’ dll? Apakah kata kata makian yang sudah dimodifikasi semacam: ‘anjir’ ‘anjis’ ‘fuck’ ‘fak’ dll?

Jujur saja, saya tidak suka kata kata yang ada dalam tanda petik di atas. Menuliskannya saja saya tidak suka apalagi mengucapkannya. Lalu mengapa untuk posting ini saya membiarkan kata kata tersebut muncul di blog saya?

Karena kata kata itulah yang selalu saya dengar sehari hari, di tempat tempat saya sering berada. Saya terlalu sering mendengar kata kata tersebut diucapkan. Mungkin tidak semuanya bermaksud untuk mengumpat, saya yakin itu. Permasalahannya adalah, kata kata itu sudah menjadi reflek, sudah menjadi sesuatu yang terjadi di luar kontrol sadar kita.

Saya bukan orang sok suci yang tidak pernah mengumpat. Saya pernah terbawa dengan sekelompok teman saya yang tampaknya sudah terlalu sering menggunakan kata kata semacam itu. Tanpa sadar saya refleks seperti itu. Dan saat saya sadar, saya ingin mencuci mulut saya dengan sabun.

Bukankah ada yang namanya norma kesopanan? Bagi saya, perkataan seperti itu sudah melanggar norma kesopanan. Namun mungkin banyak juga yang berpendapat bahwa perkataan tersebut sah sah saja apalagi di kalangan teman teman ini. Terserah…. X)

Ada lagi yang saya sebenarnya. Ya, saya memang non-muslim, namun saya kagum pada teman teman perempuan saya yang mengenakan jilbab untuk menutup aurat mereka. Saya tidak tahu apakah berkata kasar termasuk dosa atau tidak, namun melihat teman saya yang berjilbab lalu mengatakan “fak lah” “anjis lo” dan semacamnya, kok saya jadi kecewa ya. Bukankah seharusnya ia menjaga tubuhnya? Tetapi mengapa yang keluar dari mulutnya adalah kata kata yang kasar?

Yeaaah, saya makin terlihat sok suci sekarang. Pasti ada teman teman yang menganggap “yaelah anjir atau anjis doang sih udah biasa aja kali.” Terserah, tentu saja. Yang jelas blog saya berisi buah pemikiran saya dan jarang jarang lho saya mengkritik lewat blog. hehehe.

Buat teman teman yang baca postingan ini, CMIIW yaa. Dan kalau ada di sekitar saya, ingatkan saya juga jika sudah ‘secara reflek’ mengucapkan kata kata kasar itu. Saya tidak ingin menjilat ludah sendiri.

Advertisements

5 thoughts on “tentang kata kata yang tidak ingin saya ucapkan

  1. err, gue salah satu orang yg cukup sering mengumpat dgn kata2 kyk gitu. dan bener udah kayak refleks aja tuh ngmg spt itu.. 😦 sedang mencoba berlatih mengurangi cm kadang2 yaaaa kan udah refleks jd begitu deh.. 😐

  2. Tiaraa…long time no see…gw stuju banget kalo pake kata-kata even yg mnurut kita cuma bercanda bener2 mesti dipikir…
    Bahkan kata-kata yang bernada negatif, kayak “gw pasti ga bisa”,gw ga mungkin bisa”,dll…ngefek banget ke diri kita…dan gw belajar di 2 th terakhir hidup gw untuk smakin berpikir positif termasuk dlm kata2…nice sharing…=)

  3. @adit : gw mengkategorikannya seperti itu soalnya ‘anjir’ itu adalah modifikasi dari ‘anjing’ sama seperti ‘anjis’ haha jadi dibahas gini. tapi gw juga masih suka keceplosan ‘anjir’ kok jadi masih mencoba mengurangi

    @lynn : hayo hayo jangan salahkan refleks. hahaha.

    @anas : thanks for sharing, dear.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s