“Aku rapuh saat kau tinggalkan”

Awal saya mengenal Sheila on 7 adalah dari kakak saya. Laptop dia penuh dengan lagu lagunya sheila. Ya dan habis itu rasanya semua tahu lagunya sheila on 7 lah ya. Apalagi kalau karaokean tuh, rasanya lagu sheila gak boleh absen.

Selama ini lagu sheila yang biasa saya senandungkan misalnya: seberapa pantas, melompat lebih tinggi, pemuja rahasia, kita, sebuah kisah klasik masa depan, dll.

Hingga di suatu malam ketika saya dan beberapa panitia OHU lainnya sedang mengerjakan artistik di selasar mektan. Saya duduk di dekat Imam Kurnia Putra dan Gandrie Ramadhan. Supaya tidak terlalu sepi, kami pun menyalakan lagu dari laptop Imam dan terputarlah tembang tembang sheila on 7 yang ternyata lengkap banget di laptopnya Imam.

Secara refleks saya meminta lagu lagu yang umum untuk saya “seberapa pantas dong! pemuja rahasiaaaaa!!”

Tetapi Gandrie justru memutar 1 lagu yang masih tidak terlalu sering saya dengar. Judulnya “Tunjukkan Padaku”

Dan dengan suaranya yang gak bagus bagus amat, Gandrie ikut menyanyi sambil lagu itu diputar. Si Imam ikut ikutan kalo gak salah.

Tenangkan resahku saat langkahku terasa berat

Teduhkan jiwaku saat matahari bersinar terlalu pijar

Karena dirimu satu-satu yang kuandalkan

Saat diriku tak mampu berdiri di sini sendiri

Ceritakan Sayang

Hari-hari yang telah kau lalui

Katakanlah Sayang

Semua hal yang kau benci dari diriku

Cobalah Cobalah

‘Tuk mengerti keadaan ini

Aku rapuh saat kau tinggalkan

Tunjukkan padaku

Kau selalu mencintaiku

Jadilah pelindung bagi sayapku

Aku berjanji Aku berjanji

Selalu menemani langkahmu

Dalam setiap helai nafasmu

Bangunkan tidurku

Bila kau terjaga lebih dulu

Dan bertegaslah sayang kita isi makna

Indahnya hari ini

Lirik sederhana itu rasanya mengena sekali di saya. Saya seperti mendengar isi hati pria pria itu tanpa harus melihat sisi cengeng mereka.

Dan sekarang saya menulis postingan ini dengan ditemani lagu lagu sheila on 7 yang baru tadi saya copy dari laptopnya Imam.

#nowplaying Tunjukkan Padaku – Sheila on 7

Advertisements

6 thoughts on ““Aku rapuh saat kau tinggalkan”

  1. dan itu yg gue rasakan malam ini ti.
    dan elo menambah rasa itu tanpa gue memutar lagu itu kembali.
    Tuhan,tolong buang rasa melankolis ini dari diri gue.
    bantu doa ti.

  2. gue nggak ngerasa rapuh,nggak merasa ditinggalin.
    oke,gue lemah karena hal ini.
    tapi gue masih berharap ini bisa hilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s