mengendalikan emosi

Tadi sore kaki kanan saya sakit sekali.

Rasa sakitnya tuh gimana ya. Mirip kram tapi bukan kram. Mirip ngilu tapi bukan ngilu. Dari paha sampai ujung jari sakit. Istilahnya ‘kemeng’ tau gak? Kalo enggak ya kira kira penjelasannya kaya yang di atas deh.

Dari kecil saya memang selalu bermasalah dengan alat gerak. Padahal bukan atlet, aneh ya? Hahahaha. Makanya counterpain selalu jadi sahabat saya di sepanjang waktu. Gak paham lagi deh gimana kalau tidak ada counterpain di dunia ini huhuhu.

Nah, masalahnya saya orangnya emosian.

Keluarga dan teman teman dekat saya mungkin sudah beberapa kali (atau sering) melihat saya lepas kendali. Ya, biasa lah dikit dikit barang melayang atau ketendang. Hahahaha serem ya? Saya aja kadang kadang takut dengan bagaimana saya tidak bisa mengontrol emosi saya.

Dan, kaki kanan yang sakit ini sangat mempengaruhi emosi saya. Apalagi pas tadi lagi di BIP. Kaki sakit disuruh muter muter padahal laper dan banyak tugas. Beuh. Sempet ninju pegangan eskalator kok. Hahahaha. Sakit.

Lalu tadi saya teringat salah satu episode di Grey’s Anatomy.

Ada seorang pria yang datang ke Seattle Grace meminta para surgeon untuk mengamputasi kakinya yang sehat. Alasannya adalah karena ia merasa kaki itu bukan miliknya. Kaki itu bergerak bukan dengan kehendaknya. Aneh ya? Gila ya? Dan akhirnya dia mengambil gergaji listrik dan memotong kakinya itu sendiri. Euuuuurgh serem.

Saya jadi takut. Saya takut tidak bisa mengontrol emosi saya ketika sakit sakit seperti ini menyerang saya lagi. Men, serem kan kalo tiba tiba di deket gw ada piso trus gw kepikiran : “udah ah capek punya kaki sakit melulu gini” Amit amittttttt

Sounds crazy, heh? Tapi gw bener bener takut.

Fortunately, I have an amazing mother.

Tadi barusan ibu saya yang memang lagi di Bandung, mengoleskan counterpain ke kaki kanan saya yang bener bener sakit banget kalo digerakin itu. Dan sentuhan ibu itu ajaib ya! Sekarang kaki saya sudah terasa lebih baik walaupun kemeng kemengnya masih ada dikit. Dan saya bisa mengetik posting ini deh. Hehehehe

Makasih Tuhan. Makasih ibu. Makasih Grey’s Anatomy. Makasih teman teman yang mau baca cerita saya.

Advertisements

2 thoughts on “mengendalikan emosi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s