If mom’s not happy, nobody’s happy

null

Kemarin saat saya, dida, ary, dan chita belajar bareng, entah kenapa muncul satu topik pembicaraan yang menarik. Nanti kami mau ngelesin anak anak kami apa. Les menari, les karate, les gambar, dan macem macem lagi.

Kami, para perempuan, sudah mulai mikirin anak dari sekarang. Yeah, pacar aja gak punya hahaha.

Saya sendiri memiliki banyak kekhawatiran tentang masalah menjadi ibu ini. Kalau membayangkan bahwa 6-8 tahun lagi saya akan menjadi orang tua, waktu terasa singkat sekali. Menjadi orang tua sama dengan memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Satu kehidupan lagi lho yang kita pegang, bukan hanya kehidupan kita sendiri.

Akankah mereka lahir dengan sehat dan lengkap?

Akankah mereka tumbuh dengan baik?

Akankah mereka menemukan bakatnya?

Akankah mereka bisa mendapatkan pendidikan yang baik?

Akankah mereka disukai teman temannya?

Kalau dari yang saya tonton di Desperate Housewives barusan, saat seseorang menjadi ibu, ia akan secara otomatis dianugerahi hal yang sangat indah, naluri keibuan. Mau tidak mau, dengan cara apapun, ia akan melindungi anak anaknya. Ibu akan selalu mengalah pada anaknya. Ibu selalu ada untuk anaknya.

Seperti yang saya alami beberapa hari yang lalu. Saya yang lelah, muak, dan sedih dengan keadaan kampus, lalu menelpon ibu. Saya ingin bersama ibu saat itu juga. Namun ibu tidak bisa ke Bandung. Akhirnya saya bilang “kalo gitu aku ke Jakarta sekarang juga”

Bertemu ibu mungkin adalah obat paling manjur yang ada di dunia ini. Ibu selalu jadi orang paling hebat bagi anak anaknya.

Mampukah saya nanti jadi seperti itu untuk anak anak saya?

Tadi saya sempat menonton satu program baru di Star Worlds, yaitu Got to Dance UK. Ada seorang kontestan, anak laki laki berusia 10 tahun yang menunjukkan bakatnya menari kontemporer. Ibunya sangat bangga melihatnya. Anak itu memakai baju gemerlap dengan bulu bulu, dan mungkin orang orang akan melihatnya dengan “anak cwo nari, pake bulu bulu pula”

Tapi ibu itu bangga. Anaknya yang autis, mampu mengekspresikan dirinya lewat tarian. Ibu itu bahagia ketika anaknya menemukan kebahagiaannya. Dan saya yakin, tidak ada kata yang dapat menggambarkan perasaan hati si ibu ketika anaknya tersenyum tulus saat masuk ke babak berikutnya.

Ibu mendapatkan anugerah khusus dari Tuhan. Tinggal bagaimana para ibu menggunakannya.

 

Note : I love you. Thanks for being my mom.

Advertisements

One thought on “If mom’s not happy, nobody’s happy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s