yang istimewa dari Natal

null

“When Christmas Day is here
The most wonderful day of the year!”

Natal hanya 1 hari, namun mengapa terasa begitu spesial?

Untuk seorang Nasrani seperti saya, Natal ada perayaan hari lahirnya Yesus ke dunia. Saat dimana kita kembali mengintrospeksi diri. Saat dimana kita harus ‘lahir kembali’

Tetapi saya juga mengakui bahwa seringkali makna Natal itu tertutupi oleh kehebohan duniawi. Natal bagaikan hari raya semua orang dan sudah menjadi sebuah budaya sendiri, terutama di negara negara barat. Bagi saya, tidak ada yang salah dengan itu asalkan di dalam hati masing masing, kita tetap memaknai Natal dengan arti yang seharusnya.

Natal yang menjadi suatu budaya bisa kita lihat di sekitar kita mulai setiap awal Desember. Mall menjadi sarana paling ampuh untuk menyebarkan ‘budaya’ Natal ini. Dekorasi, lagu Natal yang berkumandang, makanan/minuman spesial Natal. Dunia entertainment pun tak mau kalah. Setiap tahunnya selalu ada film bertemakan Natal, baik itu untuk anak anak ataupun bertema cinta. Album Natal pun selalu ada yang baru.

Siapa sasaran dari hal hal itu?

Saya. Kami. Orang orang yang jauh dari rumah. Yang terhimpit oleh kesibukan. Yang merindukan kehangatan keluarga. Yang menginginkan awal yang baru. Yang lelah akan segala kepenatan. Yang mendambakan kisah baru.

Kisah kisah di film Natal selalu tentang mereka yang kesepian, mereka yang pulang ke keluarganya, mereka yang menemukan kisah cinta baru. Natal adalah tentang kebersamaan. Bersama menuju sebuah awal yang baru. Meskipun pembaruan itu harus dimulai dari dalam diri kita sendiri, kebersamaan akan menjadi cahaya yang menerangi jalan yang baru itu.

Natal juga identik dengan Christmas Eve. Itu lho… malam Natal tanggal 24 Desember. Kalau di film film, biasanya Christmas Eve itu klimaks filmnya, mulai dari peristiwa bahagia ataupun sedihnya.

Saya pernah mengalami satu pengalaman yang saya anggap sebagai “Magical Christmas Eve”

24 Desember 2005, saat itu saya kelas 1 SMA. Dan saat akan menerima hosti, saya melihat dia. Ya, dia yang sudah hilang dari peredaran sejak 3 tahun sebelumnya. Kami saling bertukar pandang dan tersenyum. Malam itu, entah darimana, ia mendapat nomor handphone saya.

Hampir 5 tahun yang lalu, namun ingatan akan momen itu tidak pernah hilang dari ingatan saya. So magical 😀

Tahun ini, saya akan merayakan Natal lengkap sekeluarga setelah 2 tahun sebelumnya kami ditinggal Mas Ireng yang studi di Taiwan. Saya tidak memiliki wish yang macam macam untuk Natal. Saya hanya menikmati ambience-nya. Keceriaannya. Semangatnya. Saat ini, hari hari saya terasa padat sekali. Namun tiap saya mendengarkan lagu lagu Natal terputar di laptop saya, yang saya inginkan hanyalah menari dan bernyanyi. Menyambut Natal tiba.

Ditulis di minggu adven kedua. Sambil mendengarkan GLEE’s Christmas Album

null

Love Actually, selalu jadi film Natal favorit saya


null

Home Alone, siapa coba yang tidak tahu film Natal ini


null

The Holiday, saya selalu suka music scoring film Natal ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s