the director

Aku selalu menganggap bahwa film merupakan perwujudan dari impian. Imajinasi yang tak mungkin ada. Harapan yang hanya bisa tersimpan begitu saja. Setiap aku menginginkan suatu hal, aku membayangkan hal itu terjadi bagaikan adegan suatu film. Diiringi scoring yang mendukung suasana, momen yang tepat untuk slow motion, hingga adegan apa yang seharusnya muncul berikutnya.

Selalu. Selalu seperti itu ketika aku menginginkan sesuatu yang tak mungkin aku dapatkan.

Seperti dirimu. Kamu yang selalu tampak sempurna di mataku. Hanya Tuhan yang tahu seberapa besar kemungkinan aku bisa bersama dirimu. Kenyataan bahwa setiap harinya aku bisa menyapa dirimu saja, sudah merupakan anugerah besar bagiku.

Oleh karena itu, setiap momen penting diantara kita selalu terekam di otakku bagaikan adegan film.

Seperti hari itu, ketika aku lelah dengan semua beban akademik dan organisasi dan segala hal yang membuat pikiran jadi ruwet, tanpa sadar kau ada di sampingku. Menyapaku, dan menepuk bahuku. Saat itu juga semua lelah dan keruwetan ini terasa hilang. Sapaan dan senyummu terrekam di otakku sambil diiringi oleh lagu lembut bahagia yang dilanjutkan dengan kau berjalan pergi tanpa menyadari betapa berubahnya ekspresi wajahku.

Berlanjut ke adegan berikutnya, aku yang duduk sendirian menunduk dan tak peduli akan sekitarku. Namun tiba tiba aku menyadari akan wangi itu. Wangi dirimu. Dan mataku yang memandang ke bawah tertuju pada sepasang sepatu yang unik, tidak dimiliki oleh sembarang orang. Sepatumu. Kamu di depanku, tersenyum bahagia, dan menyapa. Ya Tuhan, bahkan momen menyapa bisa menjadi satu adegan bahagia dalam film aku dan kamu!

Salah satu adegan kesukaanku adalah saat aku berada di titik terendahku. Kesal, lelah, ruwet, semuanya. Aku keluar ruangan dengan wajah masam. Dan disitulah kamu ada, berusaha membuat wajah lucu supaya aku tersenyum. Tetapi sayang sekali aku balas dengan berkata jutek. Tanpa diduga kamu justru membalas dengan ucapan “kenapa mukanya cemberut sih cantik?”

Momen tidak penting yang mungkin sudah kamu lupakan begitu saja. Namun bagiku, itu menjadi salah satu adegan dengan scoring paling megah yang menggambarkan hatiku yang langsung meledak membuncah buncah.

Kamu tidak akan tahu isi hati seorang gadis yang sedang jatuh cinta. Banyak hal yang bisa ia lakukan. Untukku, aku membuat film sendiri. Di otakku sendiri. Kamu tak perlu khawatir akan terganggu. Aku hanya mengamati dari jauh, merekam momen momen sederhana yang paling tak akan kau ingat, dan menyimpannya dalam memoriku. Tak akan dipublikasikan, apalagi dijual secara bebas.

Dan film itu akan berakhir dengan adegan seperti ini.

Aku di dalam ruangan bersama teman temanku. Kamu di luar bersama teman temanmu. Dan diantara sebanyak orang itu, aku menatap ke jendela. Dan dari sela sela antara jendela dan tirai yang tersingkap sedikit, disitulah kamu. Berdiri, bercerita penuh semangat pada teman temanmu, dan tertawa. Tawa yang selalu kusuka. Tawa yang selalu ada di saat kau menyapaku. Ya, aku terus menatap ke luar jendela. Mengamatimu ketika tak ada seorang pun yang sadar, bahkan dirimu. Dan akhirnya aku tersenyum, menunduk, dan melanjutkan pekerjaanku.

Adegan itu diiringi dengan voice over suaraku. Tentang bagaimana kita tak mungkin bisa bersama dan bagaimana kamu tidak akan pernah tahu perasaanku. Pathetic? Haha sudahlah. Yang pasti adegan itu akan diakhiri dengan fade black. Selesai. Tanpa akhir antara aku dan kamu. Karena, siapa yang tahu? Bisa jadi nanti kita bersama bukan?

___________________________________________________

bukan murni kisah pribadi penulis. merupakan hasil dari terlalu banyak dengar curhatan orang, mengagumi satu orang yang luar biasa, dan keseringan nonton The Holiday. Dan disajikan bersama kegalauan di suatu malam.

Advertisements

2 thoughts on “the director

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s