saya ingat hari itu

Bagaimana saya akan mengingat hari ini?

Saya ingat hari itu, waktu saya TK di TK St Angela Bandung. Waktu TK, saya masih belum bisa menggunting. Ketika menjelang hari pembagian rapor, di loker saya masih tertumpuk buku buku tugas gunting, lipat, mewarnai. Saya wajib menyelesaikannya sebelum bisa bermain dengan teman teman saya. Dan ketika akhirnya tugas itu selesai, bahagia sekali rasanya!

Saya ingat hari itu, waktu saya kelas 5 SD. Siang hari yang panas, saya sedang di kelas Bina Iman. Salah seorang teman dekat saya yang kebetulan laki laki, mengambil tempat duduk di dekat saya. Lalu ia merebahkan kepalanya di meja dan memanggil saya. Tanpa bersuara, ia menyerahkan sebuah kartu. Kartu Natal. Pertama kali saya mendapat kartu natal dari seseorang.

Saya ingat hari itu, kelas 1 SMP. Beberapa teman sekelas mengahmpiri saya di tengah tengah pelajaran seni. Mereka tidak suka tindakan saya yang ‘mengambil alih’ pekerjaan seorang teman karena ia tidak kunjung mengerjakan. Perjalanan antara aula hingga toilet terdekat terasa perjalanan paling jauh yang pernah saya lewati karena sambil menahan air mata.

Saya ingat hari itu, di Taiwan ketika saya lagi semacam study tour 3 minggu di sana. Hampir setiap hari kami mengunjungi universitas, museum, makan chinese food. Lalu hari itu kami mengunjungi kuil yang untuk naik ke atasnya harus naik beratus ratus tangga. Ketika akan turun, mulai gerimis. Lalu saya dan salah seorang teman saya cepat cepat lari namun karena itu tangga, licin, dan basah, teman saya itu lalu teriak “pegang tangan gw!” Dan saat itu, saya berasa lagi ada di adegan slow motion suatu film dimana tokoh utamanya lari lari kecil di tengah ujan.

Saya ingat hari itu, kelas 2 SMA. Kami ke lapangan untuk bermain softball. Sahabat saya, Steffie, mengajukan diri untuk menjadi pitcher. Saya ingin melarang, namun tidak tahu apa alasannya. Next thing I know, hidungnya merah ketimpuk bola. Hahahha.

Saya ingat hari itu, setelah segala ujian SMA berakhir. Saya di rumah Lembang, bersiap untuk USM Unpar keesokan harinya. Namun berita berkata lain. Saya membuka situs ITB, dan kakak saya menjadi saksi betapa bahagianya saya masuk ITB.

Saya ingat hari itu, di GKU Barat mengikuti training SSDK. Dua orang pertama yang langsung menarik perhatian saya. Devita Permanasari, yang sangat aktif berkenalan, bertanya, dan bicara, si lulusan TN yang masih punya ambisi masuk NTU. Dan Regi Risman Sandi, si anak Garut yang semangat sekali ngomongin beasiswa. Nyatanya, hingga detik ini mereka menjadi teman teman dekat saya di Bhupalaka 🙂

Saya ingat hari itu, hari saya berkenalan dengan dia. Andaikan saya masuk ke kelompok berbeda, andaikan saya secara sengaja menukar nomor kelompok, andaikan saya tidak masuk hari itu. Saya ingat bagaimana pertama kali ia memperkenalkan diri. Saya ingat bagaimana saya langsung terpikat dengan senyumannya.

Saya ingat hari itu, hari ketika saya sadar dia melihat seseorang lain. Ketika dia mengomentari orang itu dengan senyum malu malu tapi bahagia. Ketika saya memandang dia yang memandang orang lain, dan saya sadar kesempatan saya sudah habis.

Saya ingat hari itu, hari ketika akhirnya saya memutuskan untuk membuka hati untuk yang lain. Yang terbukti menjadi salah satu hari paling bahagia dalam hidup saya. Apa yang dia katakan, apa yang saya jawab, dan betapa hati ini ingin meledak rasanya saking bahagianya.

Dan

Saya ingat hari ini, tepat setahun kemarin. Ketika dengan berat hati saya mengambil keputusan besar. Ketika akhirnya saya menghadapi kenyataan. Ketika akhirnya saya berani. Saya ingat ekspresi wajahnya, saya ingat suasananya, saya ingat bagaimana saya tidak menangis setelahnya. Saya tidak bisa menangis karena terlalu lelah menahan nafas.

Memiliki ingatan berupa potongan potongan peristiwa secara deskriptif seperti saya ada enak dan tidak enaknya juga. Enaknya, saya tidak butuh foto untuk merasakan suasananya lagi. Tidak enaknya, hingga perasaannya pun tidak akan bisa dilupakan. Betapa senang, sedih, takut, terkejut, dan marahnya saya saat itu.

Lalu saya berpikir, apa yang bisa saya ingat tentang hari ini?

Saya bisa mengingatnya sebagai hari dimana saya pertama kali merasakan job interview.

Atau hari dimana saya mulai melihat seseorang lagi (hemmmm).

Atau hari dimana saya tidak menemukan mood untuk belajar drainase-sewerage.

Atau hari dimana saya menghindar dari dia. Tidak tahu kenapa. Tidak tahu hubungannya dengan setahun kemarin. Tidak tahu sampai kapan.

Mungkin saya akan mengetahui jawabannya besok.

Advertisements

One thought on “saya ingat hari itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s