Pawang Hujan

Saya mau cerita sedikit tentang pawang hujan. 

Pawang hujan dipercaya sebagai orang yang entah dengan kekuatan apa, mampu membuat hujan tidak turun di suatu acara. Keberadaan pawang hujan itu antara dibutuhkan tapi juga ditentang. Ada beberapa yang mengatakan “ah ngapain mempercayakan kejadian alam pada seseorang, harusnya sama Tuhan dong.” Tapi ada juga nih yang kalo pas di satu acara besar trus ujan, bilangnya “mana sih ini pawangnya? pake pawang gak sih? ah pawangnya gak jago” Jadi bisa dibilang pawang hujan ini love hate relationship lah ya.

Setahu saya, pawang hujan pun sekarang sudah makin modern. Kalo dulu, katanya sih pake semedi berapa hari, nancepin cabe, lempar kancut. Ya macem macem lah. Sekarang udah bisa pake laser yang mecah awan! Yah itulah yang terjadi ketika budaya bertemu dengan teknologi.

Saya beruntung karena pernah berinteraksi dengaan pawang hujan. Ya hitung hitung untuk pengalaman ya. Pengalaman itu muncul ketika Opening Olimpiade KM ITB bulan Desember lalu. Opening tersebut dilaksanakan di lapangan sepakbola pada saat siang hari sehingga cuaca cerah merupakan suatu keharusan. Awalnya saya juga ragu ingin memakai pawang hujan atau tidak. Kalau gak pake, pasti nanti disalah salahin nih kalo ujan. Kalo pake, ada orang orang di kepanitiaan itu yang gak percaya. Selain itu, budget untuk pawang hujan kan lumayan besar tuh.

Beberapa hari menjelang opening, barulah saya memutuskan untuk memakai pawang hujan. Dengan menggunakan dana seadanya, dan ada miskom sama si pawangnya pula masalah duit, akhirnya sepakatlah. Si pawang hujan asalnya dari sukabumi. Dia naik bus ke Bandung dan minta dijemput pake mobil. Pawang hujan tersebut disertai timnya 2 orang jadi total ada 3 orang. Si bapak pawang minta pantangannya gak boleh ada timun sama tomat, disediain HT, sama identitas sebagai panitia biar bisa muter2 leluasa.

Saya siapin lah itu semua. Mulai dari ngomong ke konsumsi biar lalapannya diganti gak pake tomat ama timun, ngebriefing panitia lain, minta HT ke logistik, menyediakan tim penjemput pawang hujan. Yang lucu adalah, salah seorang temen saya lapor gini : “ti, tadi ada panitia yang mesen jus timun campur tomat” zzzzzz. Ada ada aja ya. Pasti ada deh orang yang sengaja mau ngecek keampuhan pantangan itu. Tapi isengnya kok maksa ya hahaha.

Baru saat acara sudah mulai, si pawang nyamperin saya. Dia memberikan benda yang seperti sebatang sapu lidi dan meminta saya untuk menancapkannya ke tengah tengah lapangan. Harus di tengah katanya, dan tidak boleh jatuh. Ketika saya coba tancapkan, ternyata jatuh terus karena tanah lapangannya gak dalem. Akhirnya saya kantongin lah si sapu lidi itu daripada jatuh keinjak injak.

Acara berjalan dengan lancar. Awalnya.

Di tengah tengah acara, rintik rintik hujan mulai turun. Pak pawang menghubungi saya lewat HT, dengan nada sedikit marah menanyakan apakah saya menancapkan si sapu lidi itu. Jadi katanya, sapu lidi itu kaya untuk menahan awannya. Beberapa sapu lidi lain ditancapkan juga di ujung ujung. Saya ingat dia waktu itu berkata “wah kalo kaya gini kita juga udah gak kuat nahan mbak”

Yah begitulah. Akhirnya acara berlanjut dengan diiringi hujan setengah besar. Kecewa ada. Sempat rasanya menyalahkan diri sendiri. Tapi di sisi lain saya mencoba untuk tidak percaya sama omongan si pawang hujan itu. Entahlah. Mungkin hanya bentuk penyangkalan agar tidak merasa bersalah juga. Siapa tahu hujannya gara gara yang mesen jus timun pake tomat? hahahaha.

Itu sedikit cerita saya berinteraksi dengan pawang hujan. Ditambah dengan habisnya cukup banyak pulsa untuk nelponin pak pawang, janji mau balikin pembayaran setengah harga yang gak jadi jadi, ilang ilangan. Wah cukup deh. Kalo bisa sih saya gak harus berhubungan sama pawang hujan lagi :p

Btw, ketika saya menerima kuitansi dari si pak pawang hujan, cukup heran juga sih dengan tulisannya. DI situ tertulis “jasa penetralisir hujan.” pH kali ya perlu dijadiin netral. 

 

Advertisements

3 thoughts on “Pawang Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s