Distance is the solution

Entah kenapa saat saya membaca judul postingan ini sekali lagi, saya jadi terkesan seperti pengecut.

Bukan, bukan saya yang pergi. Yang pergi adalah dia.

Kepergiannya ke negara lain adalah hal terbaik untuk tahun ini bagi saya. Jauh, mendadak, namun bisa ditutup dengan manis. Ya, salah seorang teman saya pernah bilang :

cara biar lo bisa ngelupain dia ya dengan dia pergi ke tempat yang gak bisa lo jangkau

And she was right.

Setelah saya memberanikan diri untuk mengucapkan ‘selamat tinggal’ secara langsung, rasanya ada beban yang terangkat dari hati ini. Perasaan menyerah. Mungkin saya pengecut, karena yang bisa mengalahkan saya adalah jarak. Namun ini adalah salah satu solusi yang cukup masuk akal daripada penggalauan untuk melupakan seseorang.

Mungkin dia akan kembali, mungkin kami akan bertemu kembali, tapi mungkin juga perasaan ini tidak akan sama lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s