Tentang gaji dan tabungan

Sejak akhir Mei kemarin, keberuntungan membawa saya pada suatu pekerjaan paruh waktu yang cukup menyenangkan. Waktu itu, saya belum punya pengalaman kerja sama sekali dan tidak ada bayangan berapa gaji normal untuk pekerjaan tersebut. Akhirnya, saya pun terima terima aja gaji yang ditawarkan sama bos saya (agak beda sama tipikal anak ITB yang ngeyel gaji ya? haha)

Dan beberapa hari setelah saya menerima pekerjaan tersebut, blackberry saya hilang. Seakan takdir sudah mengatakan bahwa gaji pertama saya bukan untuk hura hura melainkan untuk mencicil HP baru.

Sejak itu ada sedikit perasaan yang berbeda. Senang ketika akhir bulan tabungan bertambah. Senang karena bisa mencicil barang dengan uang sendiri. Senang karena bisa sedikit mentraktir anak anak 8EH dengan gaji sendiri.

Yang selanjutnya menjadi perhatian saya adalah tabungan. Boleh percaya atau tidak, tapi saya tidak terbiasa menabung. Uang jajan dari orang tua biasanya cukup dan diberikan lagi ketika habis. Saat masuk ITB, barulah saya merasa iri pada teman teman yang punya tabungan.

Kemarin bos saya menawarkan perpanjangan kontrak sekaligus memberikan gaji saya bulan ini dan ditambah dengan bonus lebaran. Jumlahnya tidak besar, saya tahu itu. Tapi kesenangan karena menghasilkan uang sendiri dari pekerjaan yang saya senangi, itu luar biasa sekali. Dan seakan itu belum cukup, baru saja saya mendapatkan pekerjaan freelance lagi.

Sebentar lagi cicilan HP saya ini bisa lunas dan itu berarti tabungan saya benar benar akan bertambah setiap bulannya. Saya bukan orang yang memiliki wish list berupa barang barang bagus atau gadget atau liburan ke penjuru Indonesia. Saya hanya senang karena saya memiliki simpanan dan simpanan itu berasal dari usaha sendiri.

Semoga ini bisa buat latihan untuk kehidupan setelah kuliah deh 🙂 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Tentang gaji dan tabungan

  1. Asiknyaaa!

    Temen-temenku di Malaysia juga pada kerja dan punya penghasilan sendiri, hasilnya jadi pada makin sering ngajak makan di luar yang jadi making sering juga saya tolak karena seringnya saya nggak punya uang sebanyak mereka untuk afford makan mewah-mewah. Iri deh… #curcol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s