Delapan Belas Hari

Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi dalam18 hari.

Hari selasa 2 minggu yang lalu, saya menyanggupi tawaran Adhitya Nur Rachman ketika dia minta saya membantu menyukseskan dia untuk menjadi Ketua Himpunan. Entah apa yang merasuki saya saat itu, padahal di detik itu saya sedang pusing mengurus acara 8EH dan pelantikan anggota baru.

Saat itu saya hanya merasa bahwa saya sayang HMTL dan ingin membantu sebisa saya sebelum lulus. Setelah mendengar penjelasannya tentang visi misi dan sedikit gambaran kenapa dia ingin jadi Kahim, mungkin ini kesempatannya. Saat itu syarat yang saya berikan hanya 1, fokus saya akan ke 8EH sampai tanggal 20. Setelah itu baru saya bisa membantu.

Berkaitan dengan masalah tim sukses dr tahun ke tahun, ini adalah ketiga kalinya saya bergabung jadi tim salah satu calon. Itu berarti dari2 tahun lalu saya selalu jadi tim, tapi belum pernah sukses. Ketika saya melontarkan ini ke Pepi, panggilan dr Adhit, dia bilang “lah terus kenapa ti?”

Banyak yang bisa terjadi dalam 18 hari.

Buat saya, proses ini bukan hanya berupa usaha saya menyukseskan seseorang untuk meraih suatu posisi, tapi justru menjadi proses pembelajaran, evaluasi, dan introspeksi diri saya sendiri. Sembilan bulan memimpin sebuah unit dan saya masih belum bisa jadi pemimpin yang baik. Pepi membuat saya sadar akan itu. Ketenangan, kepercayaan diri, dan keteguhan dia pada cita cita awalnya sedikit banyak menjadi refleksi untuk diri saya sendiri.

Ada momen ketika muncul keraguan di diri saya karena sebelumnya saya memang tidak kenal dekat sama dia. Sebatas tau dan saling tegur sapa tanpa banyak mengobrol. Di proses ini lah dia selalu berusaha membuat saya percaya, bahwa dia menginginkan yang terbaik untuk HMTL,  bahwa dia sadar masih ada yang kurang dan terus mencari, bahwa seandainya tidak terpilih pun dia sudah menyiapkan rencana untuk membantu HMTL.

Satu hal lagi, dia selalu bisa meyakinkan kami, timnya ini, bahwa setiap dari kami terpilih. Terpilih karena memiliki peran yang sama sama luar biasa pentingnya. Cara dia mengapresiasi yang tidak berlebihan tapi ngena.

Delapan belas hari memang waktu yang singkat.

Dan saya tidak pernah menyangka bahwa saya akan menemukan seorang teman baik pula di proses ini. Pepi adalah kombinasi dari pendengar dan pemberi nasihat yang baik. Ketika saya datang dengan “Pepi, saya lagi down banget dan gak bisa bantu kamu” yang dia lakukan adalah mendengarkan, menjaga rahasia, dan memberi nasihat logis sehingga saya bisa bangkit lagi.

Momen momen bodoh yang gak akan habis jadi bahan tertawaan juga jadi selingan yang seru. Secara orang orang di tim ini adalah orang yang selalu bisa becanda di tengah serius. Saya juga bisa jadi kenal teman teman 2010 dan 2009 yang tadinya hanya kenal nama saja.

Ketika 18 hari selesai, jujur saya ingin merasa puas.

Setelah ada rasa nanggung karena gak berhasil juara performance angkatan, saya merasa butuh suatu mood booster keberhasilan. Perasaan bahwa saya pribadi mampu. Saya menargetkannya lewat Pepi.

Dia sendiri santai, di saat saya dan tim lainnya sudah segitu deg deg-annya. Saat itu saya merasa bahwa Pepi paling tidak sudah sukses meyakinkan kami dan membuat kami percaya bahwa kami tidak salah dengan mendukungnya. Bukan kegagalan sepenuhnya.

Hasil akhir keluar dan usaha ketiga saya menjadi tim sukses tidak sia sia. Adhitya Nur Rachman mendapat kepercayaan untuk menjadi Ketua HMTL periode berikutnya.

Ini bukan 18 hari yang saya rencanakan.

Namun saya sangat bersyukur karena berkesempatan mendapat pengalaman berbeda. Tulisan ini bukan buat pepi atau siapapun, tapi buat saya. Karena dalam waktu 18 hari, saya menemukan pengalaman baru, introspeksi baru, pemimpin baru, dan teman baik yang baru.

Selamat dan sukses 🙂

Advertisements

One thought on “Delapan Belas Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s