2011: perpisahan, keberanian, passion

Kalau review 2011 secara momen momen yang terjadi, sudah saya lakukan di twitter. Review blog saya di 2011 juga sudah dilakukan. Yang belum adalah review diri saya secara pribadi.

Belum satu bulan berjalan di 2011 dan saya sudah harus berharu biru saat melepas jabatan di BP HMTL. Ketidakrelaan itu muncul karena adanya ikatan yang belum pernah saya temukan di organisasi maupun kepanitiaan lainnya. Perpisahan itu berat namun merupakan suatu hal yang sudah pasti terjadi. Dan di 2011 ini saya harus beberapa kali ‘terpaksa’ mengalami perpisahan.

Sometimes, saying goodbye is a good thing. You just have to be brave to say it. Saya sudah sempat beberapa kali mengucapkannya pada satu orang, namun kenyataannya bibir dan hati tidak senada. Hingga akhirnya beberapa bulan yang lalu, saya bisa mengatakan “I’ll be good without you.” It felt good. It was the best feeling since years ago.

Berpisah juga berarti belajar untuk berdiri sendiri. Itu yang saya rasakan ketika beberapa panutan sekaligus teman teman saya harus lulus. Kemana saya harus mencari pegangan ketika ragu? Kemana saya harus mencari dukungan ketika sendiri? Hingga salah satu dari teman saya yang diwisuda itu berkata “liat sekeliling lo, ti. Banyak kok yang ngedukung lo”

Perpisahan juga bisa terpaksa membuat kita lebih jujur pada perasaan sendiri. Ketika semuanya terdorong oleh waktu, spontanitas bisa mewujudkan peristiwa peristiwa kecil yang manis dan pengakuan yang terlambat namun ada. Saya mengalami itu di pertengahan tahun. Simpel, tapi saya masih ingat momen perpisahan kecil itu.

Seperti yang sudah saya katakan di atas, pepisahan memunculkan keberanian. Dan itulah yang saya temukan di 2011.

Berniat mengurangi frekuensi nangis (yes, I’m not that though), tapi ternyata gagal. Berani bukan berarti tidak pernah lemah, tapi berani adalah ketika kita tidak membatasi diri kita dengan alasan alasan. Berani mengambil keputusan, berani menolak beberapa tawaran, berani mengkritik, berani mencoba hal yang belum pernah dicoba sama sekali, berani mengakui kesalahan, berani membuktikan diri. Itu yang saya rasakan di 2011 ini.

Saya juga akan mengenang 2011 sebagai tahun dimana saya mulai menyadari passion saya sedikit demi sedikit dan tidak takut untuk mengembangkannya. Saya tetap tiara yang dulu, yang tidak suka hanya mengerjakan satu hal di satu tempat. Tapi dari banyak hal yang saya lakukan itu, saya bisa menemukan benang merahnya dan saya juga tahu bahwa hal hal yang saya lakukan saat ini adalah hal yang saya suka. Tidak ada rasa penyesalan terhadap apa yang saya pegang atau saya jalani sekarang.

Sebagian dari saya sudah berkembang sejauh ini tapi masih banyak yang harus diperbaiki. Evaluasi diri terus menerus, melihat kembali ambisi dan target target, dan tentunya tidak lupa dengan sekitar karena hidup bukan untuk diri sendiri saja kan?

 

Hey 2012, I'm ready!

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s