Ngoyo

Ngoyo itu bahasa Jawa. Apa ya terjemahannya di bahasa Indonesia? Lebay, muluk, usaha berlebih. Kira kira semacam itu. Sounds negative? Tunggu dulu.

Jadi beberapa hari yang lalu saya ngobrol bareng salah satu sahabat saya, Aryanti, sambil menunggu waktunya foto angkatan. Saya cerita tentang bagaimana saya merasa ada yang berubah dari diri saya. Saya gak tahu itu apa, tapi serasa saya mengingat diri saya beberapa tahun ke belakang, dan rasanya ada yang hilang. Ada kualitas diri yang berkurang, harusnya gak boleh kan?

Saya terlalu banyak mengalah.

Aslinya, saya adalah pengatur. Mengatur jadwal, mengorganisir sesuatu, merencanakan segala sesuatu, mengatur orang lain. Then I realize. Tidak semua hal bisa diatur. Tidak semua orang suka diatur. Tidak semua yang diatur berjalan sesuai rencana. Dan kenyataan kenyataan itu membuat saya lelah.

Saya memilih untuk mengalah. Supaya semua senang, supaya saya tidak lelah. Ketika saya ‘ngoyo’ orang orang justru menjauh and who’s want that?

Dalam proses mengalah itu, saya banyak belajar. Saya belajar untuk mendengarkan dan ternyata itu juga menyenangkan.    Saya belajar untuk menghargai. Saya mempelajari kepribadian dan tindakan orang orang lain. Ada hal yang biasa saya lakukan, ketika orang lain melakukan hal itu ternyata kok lumayan irritating ya? Tercatat di pikiran saya untuk sebisa mungkin tidak melakukan hal hal irritating tersebut.

Lalu apa yang masih mengusik saya?

Ketika mental ‘mengalah’ saya terapkan di jalan menuju masa depan saya. Saya rindu saat SMA dulu, dimana saya dan teman teman sangat total dalam melakukan segala hal. Lomba hias kelas waktu Natal, bikin misa kreatif, open house, hingga tentunya prestasi di bidang akademik. Saya rindu itu karena akhir akhir ini saya puas saat menjadi medioker. Ketika saya melewatkan kesempatan karena merasa kurang pantas, hanya sebisa ini, atau karena tidak mau dilihat berbeda. Saat saya ingin mengurangi kepedulian dan rasa ingin tahu saya karena tidak mau dibilang suka ikut campur.

Saya ingin mengembalikan mental ‘ngoyo’ itu. Mengalah memang iya, tapi saya akan merasa lebih menjadi diri sendiri kalau ‘ngoyo.’ Untuk mengatur mimpi saya sendiri. Untuk mewujudkan niat niat kecil yang sudah lama hanya tersimpan di pikiran dan bukannya di kenyataan. Untuk kembali merasa puas.

Mungkin definisi yang tepat dari ‘ngoyo’ adalah total.

People don’t change. They just acquire new habits, new traits, new personality, but the old ones will always exist. -@lickz

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s