WWF and kids

sama Adit, sesama volunteer

Halo! Sekarang saya ingin cerita tentang pengalaman saya seminggu kemarin (di samping TA ya :p)

Minggu lalu saya menghabiskan siang hari di mall Paris Van Java, Bandung dari hari Senin hingga Minggu. Saya membantu WWF Indonesia yang diundang manajemen PVJ untuk mengisi booth dalam acara Tribute to Earth selama 1 minggu. Ini pengalaman pertama saya nge-volunteer marketing beginian hehehe. Tugasnya simpel sih. Menjelaskan tentang ecotourism ke berbagai taman nasional di Indonesia dan memperkenalkan produk produk buatan masyarakat di sekitar taman nasional itu.

Dengan job desk yang tidak terlalu banyak sebenarnya, saya lebih sering memperhatikan tingkah laku orang di mall seperti menerka nerka mengapa restoran Warung Talaga selalu ramai padahal menunya cuma gitu doang, membandingkan karakteristik pelanggan Haagen Dazs & Cold Stone, sampai mencoba berbagai menu Solaria.

Salah satu hal yang membuat saya senang adalah di booth WWF ini ada Kids Corner. Hari Senin – Kamis di Kids Corner kami hanya mengajak anak anak untuk mewarnai gambar binatang dan membuat beberapa barang 3R. Hari Jumat – Minggu baru kami menambah fasilitas jadi ada face painting!

Kids are adorable. Selama seminggu saya berinteraksi dengan anak laki laki maupun perempuan, dari usia 3 tahun sampai kelas 5 SD. Baik ketika mereka anteng mewarnai, lari lari gak mau diem, cerewet gak berhenti cerita, atau lempar lemparan rumput di depan saya.

Melihat kakak adik, keduanya laki laki. Si adik ngambek sampai pukul pukul kaki ibunya. Si kakak nyamperin adiknya trus dipeluk…. Melihat satu keluarga, ayah gandeng kakak, kakak gandeng ibu, ibu gandeng adik. Jalan sederet di mall. Melihat sekeluarga dengan anak 3 bawa babysitter 2, wah mirip keluarga saya pas saya dan melati masih kecil dulu. Melihat seorang anak perempuan usia 4 tahun segitu excitednya lihat crayon “brown! red! green!”.

Dulu saya pernah melontarkan topik obrolan pada teman teman dekat saya: “apa tujuanmu dalam memiliki anak?” Karena ketika kita melakukan sesuatu tanpa tujuan, nantinya akan bingung di tengah tengah kan? Coba kalau punya anak, lalu bingung di tengah jalan. Bingung mau kasih makan apa, bingung mau diajarin apa, bingung mau mengarahkan masa depannya seperti apa.

Salah satu teman saya bilang “hmmm, gw mau punya anak biar ada generasi muda yang memberi dampak positif buat Indonesia.” Wah berarti tanggung jawab lo juga ikutan besar ya supaya bisa memastikan anak lo punya impact baik ke lingkungannya. Hahaha baru kepikiran beneran kan abis ngobrol itu.

Kids aren’t just about those cute clothes at store. Kids aren’t just about waking up all night because they can’t sleep. Kids aren’t just about school or courses. It’s bigger than that.

Hal hal kaya gitu yang bikin saya takut sekaligus gak sabar untuk merasakan pengalamannya.

Well, itu saja sih yang ingin saya bagikan setelah seminggu menyaksikan hubungan orang tua – anak di mall. Hahaha. Mungkin di posting lain saya baru akan bercerita tentang badak jawa atau penyu.

Terakhir, ini adalah puisi Kahlil Gibran yang pernah ibu saya taruh di blognya. Saya merasa ini waktunya saya ngepost ini dan mulai dibaca baca biar bisa jadi bahan perenungan supaya nanti begitu saatnya tiba, semuanya pas 🙂

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.

Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.

Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.

Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.

Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.

Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.

Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.

Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang mantap

null

Advertisements

2 thoughts on “WWF and kids

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s