hapus atau simpan

tiara: kalau memori gw udah sepenuh ini, gw harus apa mir? hapus hapusin aja yang lama?

amir: beli yang baru aja. tapi yang lama kan masih bisa disimpen.

satu yang gak mungkin dilakukan adalah tetap membiarkannya penuh dan gak melakukan apa apa supaya gak perlu nambah yang baru.

we’re not talking about my hard disk’s memory,  get it? Hahaha.

Lately, everything make sense. Termasuk salah satu satu artikel yang saya temukan di sini. Judulnya: 34 Ways To Get Over Someone. Yes, for some people who know my story from the beginning, they’ll know why I relate to that article. For you who don’t know, this is my brief explanation.

That was hard. ‘Was’ , past tense. It’s in the past, guys. For now, I’m perfectly good on my own and not in what they called “fase galau.” Interesting fact about me: I write about my feeling after it pasts. Setelah semua terasa baik baik saja dan tampaknya gak akan muncul badai dadakan, saya menulis. Entah supaya jadi memoar atau karena patah hati itu bikin ide ide bermunculan ya.

Kembali tentang artikel ini, ternyata ada beberapa cara di situ yang tanpa sadar saya praktekkan dalam jangka waktu yang cukup panjang ini dan ternyata berhasil! So, saya merasa punya tanggung jawab untuk menyentil siapapun yang membaca ini dan lagi membutuhkannya. Here it goes! I’ll highlight several points that relate to me. Maybe it relates to you too.

5. Listen to a lot of good, sad, happy, wonderful music and don’t spend the entire song looking for an obscure connection with what you had together. Sometimes a song is just a song.

Ngaku aja deh, siapa yang kalo galau suka ngequote lirik lagu atau nyanyiin lagu tertentu dengan sepenuh hati di ruang karaoke? Yes, I’ll raise my hand too if you ask me hehe. Don’t blame the song, jangan diputer puter ulang terus kaya playlist pr*mb*rs ah.

6. Embrace the fact that you will think of them from time to time, and that you don’t have to run from those thoughts, but you also don’t have to feed them like an ugly little pet.

Pasti masih akan keinget kok. Restoran tempat pertama kali lo sadar dia mulai merhatiin lo atau tipe mobilnya dia dulu. Tapi keingetnya kan bisa gak pake perasaan juga 🙂

7. Focus, more than anything else, on being a good person — and understanding that such a person exists outside of a couple.

Sangat sangat manjur. Beberapa waktu kemarin, saya mencurahkan semua energi dan waktu untuk kasih hadiah ke teman teman yang habis sidang. Seeing their smile made me realize that I can make other’s happy, not only you.

14. Be realistic about why it ended.

Wahahaha. Nasihat yang paling sering saya dengar dari teman teman saya

19. Get rid of them on social media, at least for a while. Creeping on them (or even giving yourself the opportunity to creep in a weaker moment) isn’t good for anyone.

Dulu saya gak akan pernah menganggap saran ini akan berhasil. Tetapi setelah coba dipraktekkan, saya akan sangat merekomendasikan ini. Iya sih, ada yang bilang kesannya gak sopan atau kaya ‘kalah’ banget ya? Saya sendiri merasa jadi lebih kosong pikirannya setelah melakukan ini, jadi lebih bisa tenang, gak sewot sendiri atau refleks stalking. For a while ya, tolong digarisbawahi.

21. Don’t worry about ‘winning’ the breakup. You’re not going to become the first ballerina president astronaut unicorn by the next time they look at your Facebook, so don’t waste time trying.

It’s not a competition. Yang ada malah makin stress dan kepikiran dan hidup gak tenang.

22. Work on being civil with their new significant other, whenever they should arise — they are not the devil, no matter how convenient that would be to your storyline.

Saya akui bahwa yang satu ini butuh waktu paling lama. Saya baca di beberapa entah-tips-atau-sharing how to get over someone, baru di sini saya menemukan cara ini. Susah, tapi manusiawi dan harus.

34. Realize that it’s not going to happen overnight, and you can’t force it, but (as with everything else), it will improve — and hating yourself in the meantime isn’t going to help anything

Yes, time will heals. Your willingness to accept it is the key. Ada kalanya kalian ‘mempercepat’ prosesnya dengan bilang “I’m okay” but you’re not. Eventually, you’ll be crushed again. Be patient with yourself but don’t forget to step forward.

Sudaaaaah!! Lebih lengkapnya bisa dibaca di artikel yang saya kasih tautannya. Wah, seperti biasa ya, menulis itu melegakan. Apalagi setelah sekian lamaaaaa (yang lama banget), akhirnya saya merasa lega. Saya bisa merasakan kosong setelah terlalu lama penuh dan sesak.

In the end, semua tergantung diri sendiri. Teman teman akan selalu ada, waktu memberikan usaha terbaiknya, orang baru pun bisa datang kapan saja. Tapi kita sendiri yang tahu kapan momennya. Momen dimana kamu akan duduk diam dan mengakui pada diri sendiri: “it’s over”

 

Saya memutuskan untuk menghapus beberapa file berukuran besar dari hard disk saya namun juga membeli yang baru. Ada memori yang sebaiknya tetap disimpan, tapi kalau mampu beli yang baru, kenapa tidak?

Advertisements

One thought on “hapus atau simpan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s