mengejar dan bersabar

Ada kalanya kita diajarkan untuk mengejar mimpi dengan sekuat tenaga.

Ada kalanya kita diajarkan untuk bersabar.

Ada kalanya kita diajarkan kedua hal tersebut secara bersamaan.

Hari Senin yang lalu bagi saya terasa seperti mimpi. Cepat, surprising, dan terasa tidak nyata sampai sekarang. Ini adalah hal hal yang terjadi hanya dalam 7 jam saja: saya dikenalkan pada perusahaan dimana mimpi saya bisa jadi nyata, saya semakin paham tentang betapa luas dan bergengsinya bidang yang menjadi passion saya ini, saya mengikuti alur proses rekrutmen yang cepat dan mengintimidasi, hingga di penghujung hari saya mendengar nama saya disebut sebagai orang yang mereka inginkan untuk bergabung di perusahaan tersebut.

Apa?

Sampai sekarang momen itu masih ingin saya ulang lagi di kepala saya.

Yang ada di benak saya saat itu adalah: “bagaimana caranya saya bekerja sedangkan saya belum lulus?”

Ada satu sisi dalam diri saya yang berkata: “cari cara, jangan menyerah, jangan pernah lepaskan kesempatan hidup di dalam passion”

Sisi lain berkata: “walaupun tampaknya gak mungkin, pasti ada caranya ti. Kuliah, TA, pasti ada caranya untuk menyeimbangkan semuanya”

Tapi jauh di dalam diri saya, saya sudah paham dari awal bahwa ini gak mungkin. Seberapa besar pun niat saya untuk bolak balik jakarta bandung untuk memenuhi mimpi saya, betapa berbinar binarnya mata saya saat cerita ke orang tentang this dream company hingga bapak yang excited dengan caranya sendiri; saya sadar bahwa tanggung jawab saya di kampus ini jauh lebih besar. Tanggung jawab untuk menyelesaikan studi yang telah dengan sadar saya pilih untuk mulai.

They told me they will put me in the next batch of the program. Di momen ini, saya berharap mereka benar benar mau menunggu.

Rasanya itu seperti kamu dikasih hadiah yang sudah kamu inginkan sejak lama, sudah kamu genggam tapi lalu diambil lagi dan diletakkan beberapa meter di depanmu.

Sudahlah.

Satu yang saya tahu pasti adalah saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengejar passion ini. Hanya saja Dia punya timing yang lebih tepat dan lebih baik daripada sekarang. Dia meminta saya untuk bersabar.

Advertisements

2 thoughts on “mengejar dan bersabar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s