Rise of The Guardians: light up your imagination

null

Saya dulu termasuk cepat sekali sadar bahwa Sinterklas itu gak nyata. Sewaktu mau foto bareng, saya lihat kenapa Sinterklas-nya gak putih kan harusnya dari kutub. Sesimpel itu, dan gak sedih juga kaya di film film barat. Waktu gigi copot juga lebih percaya untuk dilempar ke genteng daripada ditaro di bawah bantal dan nunggu peri gigi. Sewaktu paskah juga saya tahu kalau yang nyembunyiin semua telur itu ya guru guru saya.

Mungkin itu yang menjadi alasan kenapa saya merasa iri saat menonton Rise of The Guardians. I wish I were a little girl living in western country.

Anyway, I still enjoyed the movie. It is a children movie but grown up like me and my friends can be moved too.

Rise of The Guardians dibuka dengan narasi dari Jack Frost. Bagaimana bulan berbicara padanya tapi tidak menjelaskan apa perannya di dunia. Dia tidak paham mengapa manusia tidak bisa melihatnya. Yang dia tahu adalah dia bisa membekukan benda, memunculkan salju,dan membuat udara dingin. Dan begitu terus sampai ratusan tahun. Hingga suatu hari tokoh antagonis bernama Pitch muncul untuk membawa ketakutan pada anak anak.

Guardians yang terdiri dari North si Sinterklas, Tooth Fairy, Easter Bunny, dan juga Sandman si pembawa mimpi indah, kalang kabut akan kedatangan Pitch. Bulan pun memberi tanda bahwa mereka butuh guardian baru, Jack Frost. Jack yang terkesan bandel memang jauh dari image guardian. Tetapi dengan misi tersendiri, Jack akhirnya mau membantu para guardians untuk menyelamatkan kepercayaan anak anak akan tokoh tokoh impian mereka ini.

Beberapa adegan memang terasa menyentuh di saat yang lain lucu. Interaksi antara Jack Frost dan seorang anak kecil berimajinasi tinggi bernama Jamie cukup mengharukan. Makhluk kecil dan yeti peliharaan Sinterklas lucu banget. Animasi salju dan pasir dari Sandman juga indah.

Film ini ingin mengajak kita untuk kembali berani berimajinasi. Di saat hidup sudah terlalu sering diliputi kegelapan (perang, kebencian, sakit hati, kekhawatiran), it feels good to have a wild imagination. Ketika sudah semakin sedikit hal yang bisa dipercaya di dunia ini, ada baiknya percaya pada keajaiban keajaiban kecil which lights our heart again.

It is a great movie to watch with your niece/nephew. Let them have a wild imagination while you’re smiling inside your heart.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s