teruntuk blogger favorit saya

Ketika semua orang berebut lampu sorot, kamu diam diam melipir dan berusaha dari pinggir. Meniti mimpi yang kamu rencanakan sejak jauh hari. Menjalani hari hari tanpa mengeluh sambil menerka nerka arti hidup. Belajar banyak tanpa menunjukkan bahwa kamu tahu segalanya. Mengikuti aneka kegiatan menarik tanpa ada niat memamerkan. Kamu sederhana. Kamu jelas. Dan yang paling menarik lagi, kamu menulis.

Selamat hari blogger nasional, hei kamu blogger favorit saya

This is why :)

Thanks to one of my friend, I found this interesting blog post. The title is “This Is Why You’re My Best Friend” While I was reading it, my mind went directly to particular person in my life.

We’re best friends because I can take you anywhere and you’ll adapt. I don’t have to worry about leaving you alone or keeping you entertained. You go do your thing. I do mine.
We’re best friends because we can go for long stretches of time without talking and it won’t damage the relationship.

This is Rani Krisnamuthi 🙂
null

We’re best friends because you get it. I’m not sure what that means (it’s all so vague) but whatever it is, you have it.
We’re best friends because you don’t get resentful or jealous if I get into a relationship or land an amazing job. I mean, maybe you are and that’s fine. The important thing is that you keep it to yourself like a best friend should.
You’re my best friend because you’re not afraid to call me out on my crap or disagree with me. You’ll tell me things that I need to hear but everyone else is too afraid to tell me.

This is Nicky Satrio
null

We’re best friends because you make feel less alone in this psycho, flaky world.
We’re best friends because you love me even when I’m terrible. Even at my most Carrie Bradshaw, you’re still down to get brunch with me and talk about dicks.

These are Ary, Intan, Dida, Lieke, and Chita.

null

I am blessed, aren’t I?

My Solid Ground

 

Saya itu sebenarnya gampang insecure lho. Makanya saya ngomongnya banyak biar menutupi ke-insecure-an itu. Karena kalau diem, jadi terlalu banyak pikiran di otak, lama lama mau meledak. Hahaha.

Yang paling parah itu kalau udah insecure dalam belajar. Mau nanya kok keliatan bodoh banget. Mau bilang pelan pelan karena belajarnya kecepetan, ya kok ngerepotin yang lain. Ditanya gak ngerti dimana, kok saya juga bingung jawabnya. Hahaha bisa dibilang itu keadaan saya selama belajar di TL. Memang saya juga heran kemana perginya otak gilang gemilang jaman SD-SMP itu.

Baiklah, kembali tentang foto di atas.

Insecure dalam belajar itu bikin susah karena belajar bareng pas kuliah itu terasa banget manfaatnya. Dalam belajar bareng, bisa jadi cocok atau enggak. Buat saya, cocok itu berarti saya gak insecure untuk keliatan gak ngerti sebodoh bodohnya karena bakal diajarin. Untungnya selama 3 tahun di TL ITB, saya bisa merasa nyaman untuk belajar bersama 5 orang lainnya (yang kebetulan semuanya perempuan) yaitu Intan, Lieke, Dida, Ary, dan Chita.

Dari belajar, nyambung ke kerja kelompok, nyambung nginep nginepan. Mulai dari cerita masalah pelajaran sampai cinta pun berasa aman cerita ke mereka. Hingga saat ini ketika saya (lagi lagi) insecure kalau diajak ngomong masalah TA, sama mereka lah saya bisa cerita sebebas bebasnya.

Di antara mereka, saya adalah orang yang sibuk sendiri dengan berbagai kegiatannya, paling hobi ngetweet, hidup di khayalan sendiri. Saya senang karena gak perlu jadi yang paling cerewet diantara mereka. Saya ingat betapa sedihnya saya saat tahu harus lulus april karena itu berarti saya harus belajar sendiri tanpa mereka.

Tapi, hup hup! Life goes on, doesn’t it? Chita sama Intan lulus Juli ini dengan Chita langsung kerja di Jakarta 2 hari kemudiannya. Dida, Ary, dan Lieke semoga lancar mengejar Oktober-nya. Dan saya gak akan jadi orang yang terus terusan insecure.

Apapun yang terjadi, kami masih punya taruhan yang tampaknya masih akan berlaku at least sampai 10 tahun ke depan. Jangan lupa siapin duit ama pake jalan jalannya ya 🙂

“There is a universal truth we all have to face-whether we want to or not. Everything eventually ends. Much as I’ve looked forward to this day, I’ve always disliked endings. Last day of summer, the final chapter of a great book, parting ways with a close friend. But endings are inevitable. Leaves fall, we close the book. You say good bye. Today is one of those days for us. Today we say good bye to everything that was familiar, everything that was comfortable. We’re moving on. But just because we’re leaving, and that hurts, there are some people who are so much a part of us, they’ll be with us no matter what. They are our solid ground, our north star. And the small, clear, voices in our hearts that will be with us, always.”

– Castle, Season 4 finale “Always”

 

catatan perjalanan Gunung Padang – Curug Cikondang

Pernah mendengar tentang Gunung Padang?

Gunung Padang bukan gunung beneran semacam Gunung Merapi atau Gunung Gede. Gunung Padang adalah situs megalithikum yang letaknya di daerah Cianjur. Usianya sudah ribuan tahun sebelum masehi dan dulunya dipakai sebagai tempat peribadatan & tempat berkumpul orang orang megalithikum. Akhir akhir ini Gunung Padang jadi ‘hip’ lagi karena diduga ada piramid di dalamnya. Wow! Selengkapnya bisa cek di link ini dan ini

Saya akan berbagi cerita perjalanan saya dan 27 teman seangkatan saya ke Gunung Padang. Mengapa bisa terpikir untuk jalan jalan kesini? Salahkan agnindhira

null

cantik kan? jomblo lho!

Menanggapi usul agni, ada dida & afifah sebagai eksekutor yang dengan segala persiapannya berhasil memberangkatkan 28 orang dari Bandung – Cianjur – Bandung naik kendaraan umum! Liburan satu hari yang pas sekali bagi kami mahasiswa tingkat akhir yang baru selesai UTS. Tulisan ini dibuat sebagai kenang kenangan angkatan sekaligus arahan buat temen temen lain yang berniat jalan jalan ke Gunung Padang untuk wisata. Semoga membantu!

__________________________________

Minggu, 18 Maret 2012 | 04.30 | McD Simpang Dago

Sebagian besar dari kami kumpul dulu dari McD untuk kemudian berangkat bareng bareng ke Stasiun Ciroyom sedangkan yang lainnya ada yang menyusul di Ciroyom ataupun di Padalarang. Selesai shalat shubuh, kami naik angkot Caheum – Ciroyom untuk mengejar kereta pukul 06.00

06.00 | Stasiun Ciroyom

Saat kami tiba, bahkan loket belum buka. Stasiun kebanyakan berisi para pedagang yang mau naik kereta. Ohya jangan kebayang stasiun kaya Gambir gitu ya, stasiunnya kecil & nyelip di antara pasar.

null

Si ibu gak mau kalah gaul di foto

Kami naik kereta ekonomi Ciroyom – Padalarang dengan harga tiket 1000 rupiah saja. Wow! Saya aja naik angkot kosan – McD 1500 hahaha. Dan memang saya pertama kali naik kereta ekonomi seperti ini. Tapi karena rame rame jadi lebih seru lah
null null

07.00 – 08.30 | Stasiun Padalarang

Kereta ke Cianjur baru ada jam 08.30 dan hanya ada 2 gerbong. Jadi kami jalan di sekitar stasiun sambil membeli makan siang dibungkus supaya bisa makan di atas gunung padang. Kereta Padalarang – Cianjur tiketnya hanya Rp 1500 lho! Kami lumayan senang dengan hal ini sampai melihat pengumuman berikut

null

dari 1500 jadi 10000!

Jadi kami kurang tahu juga apakah keretanya akan diganti atau gimana. Yang pasti sih mulai beberapa hari lagi, gak ada nih kereta murah 1500an hehehe. Katanya sih, sepanjang perjalanan ke Cianjur banyak pemandangan yang menarik untuk dilihat seperti Karst Citatah, dll. Namun dikarenakan anginnya lumayan enak buat tidur, jadilah saya melewatkan pemandangan bagus itu.

10.30 | Stasiun Cianjur

null

Sampai di Cianjur!

Ternyata perjalanan dari Kota Cianjur ke Gunung Padang tuh masih lumayan jauh. Sebelum berangkat, dida & afifah jg sempat bingung bagaimana membawa 28 orang ini. Mau sewa angkot, katanya gak bakal kuat lewatin jalannya. Mau nyewa elf, gak ada nomor kontaknya. Akhirnya dengan dibantu omnya fifah, kami berhasil menyewa 2 mobil L300 yang bisa mengangkut kami semua! Perjalanan emang jauh, berkelok, rusak, gitu deh. Tapi pemandangannya seru!

null null

11.30 | Stasiun Lampegan

Bukan, kami bukan mau naik kereta lagi. Jadi, di dekat Gunung Padang ada stasiun dan terowongan bikinan Belanda yang namanya Lampegan. Dulu, pengunjung yang mau ke Gunung Padang bisa turun di stasiun Lampegan namun sekarang sudah tidak beroperasi lagi. Kenapa menarik? Karena terowongan Lampegan sepanjang 686 meter merupakan salah satu terowongan jalan kereta api tertua yang pernah dibangun pemerintah Hindia Belanda di Indonesia.

null null

12.15 | Parkiran Gunung Padang

Sampai di lokasi! Tapi kami harus mendaki 380 anak tangga dulu kawan! Sebagian dari kami shalat terlebih dahulu, lalu kami membayar biaya masuk. Dulunya, pengunjung gunung padang hanya diminta memberi retribusi seikhlasnya. Sekarang, Gunung Padang sudah dikelola dinas kebudayaan dan setiap orang yang masuk membayar Rp 1000

null null

Setelah mendaki tangga yang cukup terjal dan bikin kaki lumayan tegang, akhirnya kami sampai juga!!

13.00 | Puncak Gunung Padang

null null

Kebayang kan kaya apa? Gunung Padang ini luasnya 25 hektar dan ada 5 teras. Setelah istirahat dan makan siang, kami mulai berkeliling, foto foto, dan sok manjat manjat. Lalu kami menyewa seorang guide untuk menjelaskan sejarah dan keunikan Gunung Padang.

Gunung Padang adalah situs megalithikum tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Dulunya diperkirakan sebagai tempat berdoa & berkumpul orang megalithikum. Kita bisa melihat bentuk beberapa ruangan di sini. Ada ruangan tempat berkumpul, tempat berdoa, sampai ruang musik. Nah, gunung padang ini erat banget sama angka 5. Batu batunya hampir semuanya bersudut 5, ada 5 teras, dikelilingi 5 desa, hmm apa lagi ya? Haha banyak deh.

Batu batunya juga banyak yang unik. Saya tampilkan dalam foto ya

null

batu lumbung bentuknya bulat

null

ada ukiran kujang (senjata asli Jabar)

null

wow! ada tapak harimau

null

batu musik! bunyinya seperti gamelan

null

dolmen, untuk mempersiapkan hewan persembahan

null

kalau bisa angkat batu ini, katanya cita citanya terkabul

Yang saya perhatikan adalah: karena kami datang pada hari minggu, situs ini lumayan rame. Dari ibu ibu sampai anak pramuka ada. Selain itu, sekarang ada beberapa tempat sampah jadi gak ada alasan untuk buang sampah sembarangan. Selain itu, Gunung Padang kini sedang diteliti terkait kemungkinan adanya piramida di bawahnya. Wah! Teori ini sendiri banyak pro kontra-nya. Tapi lumayan juga nih kalau terbukti benar, nanti kami bisa ngaku ngaku “wah udah pernah ke piramid!”

15.30 | Turun dari Gunung Padang

Jalan turun tentu lebih mudah, tapi tetap saja begitu sampai bawah, kaki kami bergetar hahaha. Istirahat, ke WC (lumayan bersih), kami lalu melanjutkan perjalanan ke tujuan selanjutnya yaitu Curug Cikondang. Katanya nanggung sih kalau gak kesana. Saya sebelumnya belum pernah ke curug. Paling pernahnya ke Tawang Mangu. Ternyata oh ternyataaa. Curug Cikondang melebihi ekspektasi saya

17.00 | Curug Cikondang
null

Luar biasa besar dan indah! Saya yang di awal hanya niat celup celup kaki pun terbawa jadi ikut basah. Hahaha. Kami semua main main, manjat dikit, foto foto, sambil tetap hati hati. Rasanya puaaaas sekali. Saya gak kebayang juga kalo ternyata main ke Curug rasanya seperti ini hahaha.

null null

18.00 – 20.00 | Curug Ckondang – Cianjur

Mobil sewaan kami melewati jalan berliku gelap dimana saya pulas tertidur sedangkan yang cwo cwo berjaga karena kabarnya daerah situ lumayan angker. Sampai Cianjur, kami melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan naik bus ke Leuwipanjang. Lelah, basah, puas, ngantuk. Tidur lagi deh.

22.00 | McD Simpang!

Hampir 18 jam bersama jalan jalan ke tempat baru (belum ada satupun dari kami yang pernah kesana) yang seru di tahun akhir kuliah bareng itu rasanyaaaa…PUAS! Terima kasih teman teman khususnya agni, dida, dan afifah yang sudah mengusahakan jalan jalan ini 😀

___________________________________________

Last but not least! Ini adalah rincian pengeluaran kalau mau jalan jalan Bandung – Lampegan – Gunung Padang – Curug Cikondang – Bandung dengan moda transportasi kereta (harga kereta naik per 1 april 2012) tanpa biaya makan jajan dll.

  • Angkot Caheum Ciroyom : 3000
  • Kereta Ciroyom – Padalarang : 1000
  • Kereta Padalarang – Cianjur : 1500
  • Sewa mobil : 40000 (per orang; 2 mobil 1.100.000)
  • Tiket masuk gunung padang: 1000
  • Guide : 1000 (dikali 28 jadi 28000, sukarela aja)
  • Tiket masuk curug : 3000
  • Bus Cianjur – Leuwi panjang : 15000
  • Sewa mobil Lewi Panjang – Dago : 6000
Total 71.500 🙂
Tips buat yang mau jalan jalan ke sana
  1. Bawa baju ganti! biar puas main di curugnya
  2. Bawa makan siang, supaya bisa sekalian pikni. Sampahnya buang di tempatnya ya
  3. Sewa guide, biar gak sia sia kesana
  4. Lebih baik pas weekday
  5. Kalau harga tiket kereta udah 10000, coba liat lagi deh mending naik kereta apa bus apa bawa mobil

That’s it. Semoga membantu ya 🙂
null

Susah tapi bisa untuk Kulap TL 2012 (part 2)

Setelah melewati tanggal 8-10 Januari 2012 di Batam, rombongan Teknik Lingkungan ITB berangkat menuju Singapura pada tanggal 11 Januari 2012. Ya, Singapura! Ya, ke luar Indonesia. Ya, ke luar negeri!!

Bisa dibilang ini bukanlah hal yang umum di kalangan ITB, ataupun mahasiswa. Kebanyakan kuliah lapangan ke Kalimantan, Jawa-Bali, atau Jakarta. Banyak yang bilang “ah, ke singapura mah namanya jalan jalan” Eitss siapa bilang? Muncul lokasi Singapura adalah berdasarkan usulan salah satu dosen kami. Kami disarankan untuk melihat sanitasi perkotaan terutama air dan sampah di Singapura. Dari situ, muncul deh nama nama tempat yang kemungkinan bisa untuk kami kunjungi dalam waktu 2 hari.

Ayok ah masuk ke cerita di Singapura-nya!

11 Januari 2012: Pengalaman Baru

Saya di panitia kulap menjadi divisi transportasi, salah satu tugasnya adalah mengurus perjalanan ferry batam – singapura- batam. Kami menggunakan Sindo Ferry (d/h Penguin Ferry) pukul 06.00 WIB. Pagi sekali ya? Hehehe. Sebenarnya mengurusnya tidak terlalu sulit, hingga saya sadar 1 hal. Imigrasi! Ya, imigrasi tidak akan merepotkan. Tapi melewatkan 94 orang di imigrasi? Deg degan juga ya.

Untungnya, semua masalah imigrasi lancar. Semua anggota rombongan lolos, perjalanan pake ferry juga aman karena ferrynya juga bagus dan cepat. Saat akhirnya kami semua sudah berkumpul di Harbour Front, saya lega sekaliii 😀

null

Pelabuhan Batam Center

null

Ferry

null

Tempat kunjungan kami di Singapura yang pertama adalah Bedok NEWater. Sejak sebelum berangkat, saya sudah lumayan banyak googling tempat tujuan yang pertama ini. Jadi udah agak kebayang bentuk gedungnya. Dan memang dasarnya orang Singapura sangat tepat waktu ya, ketika dijanjikan kunjungan 1 jam, 1 jam itulah yang harus kami manfaatkan sebaik baiknya.

Jadi sumber air bersih di Singapura ada 4: catchment area di wilayah Singapura sendiri (40%); membeli air dari Johor, Malaysia (40%); desalinasi air laut (10%); dan NEWater (10%). Nah, NEWater ini sendiri salah satu lokasinya adalah di Bedok, deket Changi Airport. Jadi, karena Singapura kan gak segitu luasnya padahal penduduknya banyak, mereka mempraktekkan teknologi untuk mengolah hasil buangan sekunder menjadi air bersih kembali. Istilah kerennya: water re-use.

Mereka memakai teknologi ultrafiltration, reverse osmosis, dan sinar ultraviolet untuk memproses air buangan tersebut. Hasilnya dialokasikan untuk kebutuhan konsumsi dan kebutuhan industri, karena biasanya ada industri yang butuh air dengan kualifikasi tertentu. Betul, di Indonesia teknologi ini belum bisa begitu diterapkan. Bukan masalah kecanggihan alatnya atau gimana tapi orang Indonesia mana yang setega itu minum air sisa buangan yang biasanya dipakai buat flushing toilet? Hahaha. Di mata pelajaran PBPAL pun, kami hanya belajar teorinya saja tanpa melihat teknologinya.

Edu Tour di Bedok NEWater sangat menarik. Kami menonton film, masuk ke gallery interaktif, melihat isi pabrik lewat ruangan yang dibatasi kaca, wah pokoknya saya kagum karena ilmu yang menarik ini jadi makin menarik karena kemasannya. Kami juga mendapat masing masing 1 botol NEWater yang ternyata lebih enak water tap deh daripada itu. Hahahaha.

null

bentuk gedungnya bagus

null

galeri interaktif

null

isi pabriknya

null

Setelah dari Bedok, rombongan kami akan berpisah menjadi 2 kelompok. 40 orang berangkat ke Tuas untuk melihat Incineration Plant sedangkan 60 sisanya mendapat waktu jalan jalan karena baru keesokan harinya mendapat jatah kunjungan ke Semakau. Jalan jalan pertama adalah ke Fountain of Wealth di Suntec City. Tujuannya hanya untuk foto foto hahaha. Yang penting senang!

null
null

Selanjutnya kami menuju Jurong untuk ke Science Centre-nya. Mentang mentang mahasiswa teknik yaa mainnya ke Science Centre. Haha gak juga sih, cuma mencari obyek wisata yang gak cuma foto foto atau belanja doang, tapi juga ada isinya dan murah. Masuklah kami kesini dengan harga rombongan $6.75 saja. Waktu yang tidak banyak saya manfaatkan untuk eksplor instalasi yang ada di sana. Yang paling menarik adalah di section Sound karena inovatif banget semuanya!

null

yeay!

null

bisa liat berapa banyak CO2 yg dikeluarkan

null

Masih diiringi hujan yang rintik rintik di Singapura, kami menuju Bugis! Ya, tim acara sudah memilihkan tempat belanja yang terjangkau dengan kantong para mahasiswa ini. Di sini kami jalan jalan sambil belanja antara Bugis Street & Bugis Junction. Di Bugis Street, kami bisa menemukan pakaian sepatu tas, cinderamata, sampai sex shop! Hahaha. Tapi yang paling menarik perhatian saya, Sori, & Christine adalah makanan tidak halal yang tersebar dimana mana hahaha.

Saya mencoba chinese burger yang ternyata isinya babi dan enak sekali. Sambil minum Pearl Milk Tea saya keliling membeli souvenir untuk teman teman TL yang sidang sarjana-nya tidak bisa saya hadiri. Lalu kami menyebrang ke Bugis Junction untuk beli cokelat impor yang gak ada di Indonesia. Dan disni Sori & Christine lagi lagi malah beli mi & laksa babi yang ternyata enak sekali!!

Saat rombongan yang lain berangkat menuju hotel, saya dan Soritua harus menunggu buddy kami, Faris, yang menyusul dari Batam karena masalah paspornya. Sisa waktu luang itu tidak kami sia siakan yaitu untuk….beli jajanan lagi! Saya senang sekali karena bisa menemukan jajanan enak disini. Setelah akhirnya bertemu Faris, kami lalu jalan kaki dari Bugis Street ke Perak Road dengan modal peta dan tanpa tanya tanya orang. Akhirnya berhasil juga dengan telapak kaki saya rasanya udah tipis banget saking capeknya. Tapi lumayan lah dapet pengalaman jalan kaki muter muter padahal deket.

null

jajan!

null
Setelah jalan jalan, kami juga berkunjung ke KBRI, bertemu dengan alumni alumni ITB di Singapura (yang banyak dari mereka adalah teman teman kakak saya), mendapatkan presentasi dari Contact Singapore (tapi anak anak banyak yang udah keburu capek), dapet pengumuman Best Student (bukan, bukan saya yang dapet haha), dan terakhirnya ngasih surprise untuk sahabat saya yang ulang tahun, Richita!

12 Januari 2012: Hari kedua dan terakhir di Singapura

Baru malam sebelumnya check in, pagi-nya sudah check out. Ya, kunjungan kami ke Singapura memang singkat dan padat. Maklum, masalah budget. Tujuan kami hari ini adalah Marina Barrage dan Semakau Island.

Pernah dengar Marina Bay? Tapi pernah ke Marina Barrage gak? Jadi di sini kami melihat salah satu kunci kesuksesan manajemen air di Singapura yaitu bagaimana mengolah air laut menjadi air layak minum bagi warga Singapura. Selain itu di sini juga ada semacam gallery yang mendokumentasikan usaha manajemen air Singapura dari masa ke masa. Sebagai anak teknik lingkungan, saya merasa makin lengkap karena pernah berkunjung ke sana.

null

null

bagian atasnya. bisa buat main layangan atau duduk2 aja

null
Seharusnya dari marina barrage dan sebelum ke Semakau Island, kami mampir dulu ke merlion untuk foto foto. Namun mengingat rundown yang sudah mepet, korlap kami untuk hari itu si Soritua memutuskan bahwa durasi untuk foto di merlion hanya 5 menit! Caranya? Semua tas tinggal di bus, gak ada yang boleh bawa kamera selain 2 orang, dan semua harus LARI. luar biasa memang, kami bagaikan gerombolan amazing race yang lari menuju merlion sambil diliatin orang orang sepanjang jalan. Hasilnya? 5 menit pas!

Pengalaman menarik berikutnya saat kulap ini adalah naik ferry ke Semakau Island. Semakau adalah pulau buatan yang ditujukan khusus sebagai landfill. Di sana kami diperlihatkan film tentang alur pembuangan sampah di Singapura dan diajak berkeliling untuk melihat proses serta lokasi pembuangan di landfill tersebut.

null
null
null

Selesai dari Semakau Landfill, kembali lah kami ke pulau besar Singapura. Bersiap siap untuk meninggalkan negara yang hanya berjarak 1 jam lewat laut dari negara kami sendiri. Masih gak percaya rasanya bisa ke luar negeri sama temen temen seangkatan dalam bentuk kuliah lapangan. Hingga keesokan harinya kami harus pergi meninggalkan Batam. Kuliah lapangan ini serasa mimpi yang jadi kenyataan. Kuliah lapangan ini menjadi buah dari usaha kami semua dan kami bangga karenanya.

Terima kasih untuk semua pihak yang telah mensukseskannya.

Terima kasih Bhupalaka 🙂

Susah tapi bisa untuk Kulap TL 2012 (part 1)

Tampaknya kata kata itu yang paling pas untuk menggambarkan perjuangan kami, angkatan 2008 Teknik Lingkungan ITB (disebut juga Bhupalaka), agar berhasil menyelenggarakan Kuliah Lapangan TL ITB 2012 ke Batam & Singapura selama 5 hari. Ya, saya meminjam frasa dari @pandji. Dan, ya, ini akan menjadi posting yang panjang 🙂

null

Kuliah Lapangan ke Singapura

8 Januari 2012: The D Day!!

Kami berangkat terpisah menjadi 5 flight. Penerbangan saya tertunda karena ada kerusakan di pesawat sehingga setelah terbang selama kira kira 15 menit, kami mendarat lagi. Untung sisa perjalanan berlangsung aman sehingga kami bisa sampai di Bandara Hang Nadim, Batam.

Hari minggu itu kami habiskan dengan mengeksplor kota Batam. Saya dan beberapa teman pergi ke gereja dan kemudian menikmati suasana Batam di waktu malam, sekalian karena ‘nyasar’ sampai Nagoya Hill (pusat perbelanjaan di Batam) hehehehe. Ohya, di Batam kami menginap di Asrama Haji yang terletak di Batam Center.

null

Bandara Hang Nadim

null

bersama sori, listra, titin, dyesti, theo

9 Januari 2012: Dalemnya kota Batam

Salah satu alasan kami memilih Batam adalah karena kota ini memiliki sistem pemerintahan yang agak beda dengan daerah lainnya, termasuk dalam pengelolaan limbah dan air minum. Oleh karena itu, di hari pertama kami berkunjung ke kantor Otorita Batam, atau yang disebut juga BP Batam. Disini kami mendapat pengantar tentang kota Batam secara umum serta garis besar penanganan limbah dan air minumnya.

Ternyata pemahaman saya tentang kota yang jadi tempat kunjungan kulap ini gak segitu dalamnya. Baru sara pas habis dengerin kuliah umumnya. Batam itu pulau yang tidak terlalu besar, tapi ukurannya 2,5 kali Singapura. Harusnya bisa lebih memanfaatkan lahannya dengan baik dong. Batam didominasi pelabuhan, karena perdagangan disini lebih mudah. Batam juga kota industri dengan banyaknya perusahaan yang membuka pabriknya disini. Oleh karena itu Batam punya pengolahan limbah B3 sendiri.

null

Kuliah Umum

null

Halaman depan BP Batam

null

niru hollywood

Dari BP Batam, kami berpisah menjadi 3 kelompok untuk melakukan survey sebagai tugas dari Departemen Pekerjaan Umum (PU). Kelompoknya yaitu PLP, Air minum, dan Bangkim (Pengembangan Pemukiman). Saya masuk di kelompok Bangkim. Kelompok kami ditugaskan survey ke daerah pemukiman kumuh di Baloi dan rusunawa di Tanjung Encang. Survey survey seperti ini sebenarnya sudah beberapa kali kami lakukan di beberapa mata kuliah. Tapi lumayan juga bisa melihat sisi lain dari Batam.

Penduduk Batam itu multietnis dan agama. Orang Batak, Melayu, Minang, Cina, Jawa ada semua. Untungnya di kelompok kami ada orang Batak dan Minang sekaligus jadi ketika mewawancara tidak terlalu kesulitan. Keluarkan logat sedikit, langsung lunak deh. Kami banyak mewawancara tentang kondisi lingkungan di kawasan kumuh & rusunawa serta beberapa isu sosial di kawasan itu.

null

Drainase di pemukiman rumah liar

null

ada BMW di kawasan rumah liar

null

rusunawa

Saat mewawancarai salah seorang warga, katanya ‘belum ke batam kalau belum ke barelang.’ Barelang disini adalah jembatan yang menghubungkan Pulau Batam sebagai pulau paling besar dengan pulau pulau lainnya. Atas dasar itu, kami pun meminta pak supir bus mampir bentar di perjalanan pulang karena searah. Dan dalam waktu singkat, kami berhasil foto foto dan menangkap seberkas sunset.

null

Jembatan Barelang *panoramic style*

null

null
10 Januari 2012: Air banget!!

Yang istimewa dari Batam ialah, air bersih di kota ini dikelola oleh pihak swasta yaitu PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan ini sudah berjalan puluhan tahun. Masuknya pihak swasta menjadikan pengelolaan lebih rapi dan berefek pada kualitas serta kuantitas air yang dihasilkan. Kami mengunjungi kantor pusat ATB untuk mendapatkan penjelasan sistem kerja, serta mengunjungi water treatment plant & waduk Duriangkang, yaitu waduk terbesar di Batam.

null

null

null

null

null
<bersambung>