it wasn’t a thanksgiving

…but we ate turkey anyway!

It started when my friends and I running out ideas for a place to eat in Bandung. Out of the blue, one of us mentioned “turkey!” and there we went. Turkey isn’t a normal dinner for Indonesian. I never eat that before. All I know about turkey is western people eat that kind of bird on thanksgiving.

There are a place to eat turkey (or “kalkun” in Bahasa) in Bandung. It is called Master Kalkun at Jl. Cihampelas no 78. We were looking for a restaurant and it turned out to be a “warung tenda.” They open at 6 p.m and here is the menu.

photo (5)

The Menu

I recommend you to order Kalkun Barberque. It’s turkey’s drumstick marinated in BBQ sauce. It’s worth the price. The “Kalkun Goreng Tepung” was disappointing¬†because the portion’s too small. I ate there with three guys hahaha.

photo (3)

It’s big!!

photo (1)

Grilled

photo (4)

marinated

photo

Fried

photo (6)

Here it is: Kalkun Barberque

it was delicious. The taste was not much different from chicken. But, it was a unique choice for dinner. You should try it ūüôā

tips di bulan puasa untuk anda yang tidak berpuasa

Pertama tama, saya ucapkan selamat berpuasa bagi anda yang menjalankan! Bulan ini pasti jadi bulan penuh pahala untuk anda anda sekalian. Semoga dilancarkan dan puasa-nya berkah. Amin!!

Sedangkan bagi yang tidak berpuasa, bulan ini bisa menjadi sama saja seperti bulan lain atau justru berbeda. Sama, bila anda tinggal dan beraktifitas bersama orang orang yang tidak berpuasa. Akan berbeda ceritanya ketika anda adalah minoritas. Hingga saat ini, saya sudah pernah merasakan kedua kondisi tersebut. Bersekolah di sekolah Katolik selama 12 tahun membuat saya tetap dengan santai makan siang di lapangan saat istirahat. Perubahan adalah saat mulai kuliah. Suasana bulan ramadhan terasa di semua sudut kehidupan saya hahaha.

Biasanya di bulan ramadhan seperti ini, muncul perdebatan antara “menghormati yang berpuasa” dan “bagaimana dengan yang tidak berpuasa?” Nah, daripada kelamaan membahas itu tiap tahun, mengapa tidak yang gak puasa berusaha menempatkan diri? Mau ataupun tidak mau mengakui, negara ini memang mayoritas muslim yang berpuasa bukan?

Saya mau coba berbagi beberapa tips bagi yang gak puasa untuk menghadapi bulan puasa. Tips ini lebih pas diterapkan oleh mahasiswa atau orang kerja mungkin ya hehehe.

1) sesuaikan pola makan anda // misal: biasanya sarapan lontong kari jam 07.00 trus makan siang di kantin jam 12an, trus makan malam jam 7 malam. Nah, pas bulan puasa otomatis gak ada lontong kari kan? Siasati dengan udah beli roti untuk sarapan di kosan atau masak sendiri. Makan malam pun biasanya beralih ke jam buka puasa biar barengan sama teman teman

2) jangan susah nyari makan // nah, pasti tempat makan yang buka siang hari di bulan puasa bisa dihitung pakai jari tuh. Umumnya yang buka adalah: warteg, nasi padang, atau sekalian fast food. Well, jangan terus mengeluh kelaparan karena gak bisa makan siang karena tempat makan favorit gak pada buka

3) hati hati budget // seperti yang sudah saya tulis di nomer 2, tempat makan yang buka kalo gak murah ya mahal banget. perhatikan pengeluaran ketika anda mulai keseringan makan McD atau warpas biar gampang, apalagi kalau sorenya tetep ikutan buka bareng (yang biasanya di tempat yang lebih mahal daripada biasanya)

4) minta ijin // di usia sekarang, sebenarnya teman teman kita gak akan segitu tergiurnya kok melihat kita yang minum air putih atau makan nasi sama sayur. Jadi sebenarnya mereka oke oke aja kalau kita minum seteguk asal sebaiknya kita minta ijin dulu. Sebaiknya juga minumnya tidak di lokasi terbuka dimana orang lalu lalang melainkan di ruangan tanpa banyak orang

5) gak perlu share betapa enaknya makanan // dengan adanya media twitter atau instagram atau blog sekarang ini, gampang kan kita kalau mau share foto atau cerita makanan enak? tapi ada baiknya ditahan dulu saat puasa. Ini salah satu cara paling mudah untuk menghormati yang lagi puasa

6) jangan takut sendiri // kadang ada yang akhirnya terpaksa menahan lapar karena mau makan tapi gak ada temennya karena yang lain puasa. Menurut saya gak ada masalah lho makan sendirian, atau justru di bulan puasa bisa nambah temen baru karena makan siang bareng orang lain.

Ada beberapa teman yang memutuskan untuk sekalian ikut puasa daripada repot cari makan dsb. Saya sendiri merasa tidak terlalu merasa repot dengan tidak berpuasa di saat bulan puasa seperti ini. Di kampus saya, ada  1 kantin yang buka, di depan ataupun belakang kampus juga bisa. Mau cari yang lebih bersih bisa masak sendiri atau pergi agak jauh. Intinya adalah penyesuaian dan jangan banyak ngeluh.

Lagipula selagi bulan puasa gini, saya juga ikut senang. Santapan berbuka puasa yang lezat tersedia dimana mana setiap hari. Nyemmmm :9

Sisi Lain Suatu Era di Mwathirika

Mwathirika berasal dari bahasa Swahili.

MWATHIRIKA adalah pertunjukan teater boneka yang dipersembahkan oleh Papermoon Puppet Theater. Mereka berasal dari Yogyakarta namun kini saya dan teman teman berkesempatan untuk menyaksikan pertunjukannya di Bandung. Pertunjukan ini sudah digagas sejak 2010 dan telah dipentaskan di Yogyakarta maupun Jakarta. Berawal dari rangkaian tweet Devita tentang acara ini, saya pun googling sedikit dan merasa bahwa ini menarik. Cerita baru di sela sela TA, pikir saya.

Sebelum menonton, saya sudah membaca reviewnya sedikit (kebiasaan, suka spoiler). Saya tahu bahwa inti cerita dari pertunjukan ini mengacu pada sejarah Indonesia di tahun 1965. Pelajaran sejarah jaman SD-SMP teringat lagi, diselingi cuplikan film G30S/PKI yang diputar tiap tahunnya. Namun ini bukan teater sejarah.

Mendengar frasa “teater boneka” mungkin jadi terpikir rumah boneka yang di Dufan ya. Bukan, ini bukan boneka yang menyeramkan gerak sendiri ke kanan ke kiri dengan tatapan mata kosong. Mereka dibuat dengan detil yang menarik serta digerakkan oleh satu hingga tiga orang. Sempat saya berpikir, kenapa gak penggerak bonekanya ditutup wajahnya, atau pakai baju hitam hitam biar kita fokus ke bonekanya. Tetapi keintiman antara pemain dan boneka itulah yang membuat cerita ini makin terasa. Kesamaan ekspresi mereka, kehati hatian dalam menggerakkan agar terasa nyata. Satu lagi yang membuat kami berdecak kagum. Boneka boneka yang ada, ya mukanya kaya gitu aja. Tapi entah bagaimana, kami bisa merasakan ekspresi takut, lelah, polos, bahagia, kosong, khawatir. Aaaah, terasa pokoknya.

Kata kata yang keluar selama teater ini berlangsung hanyalah nama tokoh yang diteriakkan. Sisanya murni dari gerak gerik boneka. Pertunjukan teater ini penuh dengan simbol yang bebas untuk diinterpretasikan seperti apa oleh penontonnya. Nama tokohnya: Baba, Moyo, Tupu, Haki, Lacuna; berasal dari bahasa Swahili yang mewakili peran masing masing tokoh.   Warna merah di rumah, bendera, segitiga, balon, peluit secara tidak langsung membuat otak kita berasosiasi pada organisasi di masa itu. Topeng burung, topi hijau mengingatkan kita akan penguasa di orde itu. Ketidaksempurnaan tubuh Baba dan Lacuna menggambarkan ketidakberdayaan masayarakat.

Gerak gerik boneka ini dipadukan dengan aspek aspek pendukung lainnya yang membuatnya lengkap. Panggung dibuat jadi dua bagian, bawah dan atas; memperlihatkan apa yang terjadi di tataran bawah masyarakat dan kelakuan penguasa masa itu di atas. Video disorotkan ke layar menambah simbol simbol yang ingin diperlihatkan dengan cara yang berbeda. Penataan cahaya mendukung perubahan suasana dan emosi di setiap adegannya. Musiknya didominasi lagu dari musicbox dan suara sayup sayup peluit. Kagum rasanya bagaimana musik bisa menambah efek dalam menonton suatu pertunjukan.

Selama 55 menit, saya melihat sisi lain dari suatu periode politik. Bukan hanya di Indonesia, namun dimanapun itu berada. Ada sisi satunya lagi, sisi mereka yang tidak tahu apa apa namun dianggap hina dan pantas dimusnahkan. Mereka yang mendapat label “tidak pantas ada” sepanjang hidupnya.

Mwathirika adalah pengalaman baru bagi saya dan semoga saya gak kapok.

Mengutip dari booklet yang dibagikan sebelum kami masuk ke ruangan: “tentang sejarah kehilangan dan kehilangan sejarah” Cerita ini bisa berlatar Indonesia, Jerman, Swahili, ataupun negara antah berantah. Terserah asosiasi penonton.

(dalam bahasa Swahili, Mwathirika berarti ‘korban’)

Haki, dalam bahasa Swahili berarti ‘kanan’

Tupu, dalam bahasa Swahili berarti ‘kosong’

booklet & tiket mwathirika

null

boneka boneka di negeri mwathirika (foto dr udabow.tumblr.com)

about papermoon puppet theater: http://www.papermoonpuppet.com

mwathirika’s reviews:¬†http://mwathirika-puppet.blogspot.com

farfalle pasta

saya udah lama mau posting tentang ini. tapi niat itu saya tahan, karena takut dikira ngiklan banget. tapi saya bener bener harus posting ttg ini…

buat temen temen smua anak kosan, yang sering males keluar nyari makan gara2 hujan, atau lagi belajar bareng temen temen dan gak mau konsentrasi belajarnya terpecah gara2 nyari makan, atau lagi autis sendirian di warnet; kalian harus berkenalan dengan

farfalle pasta

jadi si pasta ini sistemnya delivery dan takeaway. bukan restoran. bisa pesen lewat sms, telpon, ato email. semua menunya pasta sih. spaghetti ama fusili dengan macem2 pilihan saos. dan yang paling canggih adalah…

gak pake ongkos kirim ataupun minimum order!

saya aja ampe terheran heran. dan harganya murah2. mulai dari 7500 sampe paling mahal 16ribu. ya.. lumayan kan. daripada warungpasta ato spaghettinya McD yg walopun cuma 5500 tapi seiprit trus kalo delivery nambah 7rb lagi. rugi banget.

pasta

ini tampilan websitenya di www.farfallepasta.com

awalnya saya dikasih tau sama temen saya yang tau dari temennya. kita lagi di lantai 8. lift rusak dan males banget turun. akhirnya pesen 3 porsi spaghetti bolognaise @8500. dan tahukah kalian?? pesenan kita dianter ke lantai 8, dengan naik tangga!! dan kita lupa ngasih tip. hahaha. parah.

dan yang barusan, saya mesen lagi. gara gara di luar hujan deres dan saya males banget keluar. akhirnya saya pesen fusili spicy tuna. karena yang regular harganya cuma 7500 (dan saya agak kasian ntar kalo jauh2 nganterin cuma 7500 doang), jadi saya mesen yang large 13500. bilangnya sih nunggu 40 menit. trus udah hampir 1 jam kok gak dateng ya…

gak lama kemudian, pas fusilinya dateng, saya bayar pake 20ribuan. niatnya sih mau minta kembali 5000 aja. biar dia dapet tip. eh, saya dikasih kembalian 10ribu. saya heran kan. menatap selembar uang 10rb itu. kenapa kembaliannya kelebihan?? dan tahukah kalian apa kata mas2nya??

“diskon telat, mbak”

OMG. parah. bukannya saya ngasih tip, malah saya dikasih diskon. ckckck.

mengenai rasa, menurut saya sih enak. gak rugi deh. murah, porsinya pas, gak pake ongkos kirim, gak pake minimum order, dan ENAK!!

DSC00966

seriusan, kalian semua mesti nyoba. buka websitenya aja. info lengkap disitu.

(gila, gw jadi kaya marketingnya farfalle pasta gini. hahahaha. yaudahlah, dapet diskon telat ini. XP)

goodbye bandung hello jakarta

holiday!!

akhirnya saya bisa menarik nafas dari kehectic-an dunia perkuliahan. walaupun sebentar.

kenapa sebentar?

karena begitu saya balik lagi ke kampus tahun depan, ada banyak hal yang menanti untuk dikerjakan.

UAS

huwaa… kebaca gak ya ini buku pelajaran. udah berat2 saya bawa ke jakarta. walaupun masih belum tau nilai kimia, tapi kayanya saya tetep ikut UAS deh…

program siaran crew 14 di 8eh

siaran pertamaa… antara excited ama takut. walaupun belum di fix tanggal berapa program ini bakal di on air, tapi tetep aja kita mesti nyiapin konsepnya dll gitu… argh gila. ntar saya siaran. didengerin orang. waaa… (heboh sendiri)

makrab 8eh

masih acara 8eh juga. crew 14 ditugaskan untuk menyelenggarakan makrab. dan saya sama si rani kebagian jadi seksi acara! dan saya masih blom bikin rundown acaranya… weks weks. akankah acara ini sukses??

olimpiade V KM-ITB

saya kan jadi panitia nih. hehehe. anak TPB yang mencoba eksis. dan pembukaan olim tanggal berapa, tiara? 9 januari. iya bagus. trus saya kayanya liburan gak bakal mikirin gallery foto ini bagaimana nasibnya. padahal tanggung jawab saya tuh. trus akhir2 ini saya kayanya malah ngerepotin si anggasta doang kerjaannya. huhuhu. maafkan saya. dan buat dudunk, kadivku yang malang. bersemangat ya bu!!

______________

hmm…

apa jadinya taon depan ya? jujur aja nih, saya kok takut ya bikin resolusi. saya takut bikin target. padahal kan kalo kita punya target, kita jadi lebih bisa terarah dalam menjalani sesuatu. hidup kita lebih jelas.

kadang saya suka iri sama orang ini. kalo menurut saya, dia punya ambisi. dan yang saya punya adalah mimpi. yang kadang terlalu malas untuk saya wujudkan.

hahaha. ini kok malah jadi curhat ya? inti posting ini mana sih? ckckck.

anyway….

bye bye bandung. saya bakal merindukan rutinitas ini selama 2 minggu. dan saya janji, begitu tahun depan saya kembali, rutinitas ini akan ada beberapa yang saya ubah. salah satunya adalah kebiasaan saya terlalu lama bengong di samping jendela sambil ngeliatin awan. hahaha.

and… hello jakarta! kembali ke kebiasaan kemana mana naek mobil lalu macet. hahaha. kembali pada prambors dan ufm dan hard rock fm jakarta. kembali pada tv kabel!! (inget ti, blajar… blajar…)

dan…

bali, tunggu saya ya!

I can’t wait to spend my new year’s eve in Bali. hahaha. tumben sekali nih bokap ngajak taon baruan di bali. tadinya saya udah berpikir bakal ngabisin malem taon baru di bandung lagi. sperti tahun tahun sebelumnya.

tapii… this year will be different. bali without my brother. antara seneng tapi sedih juga sih….

tapi yasudahlah. apa yang ada ya kita nikmati. hehehe.

c u people!

^^